Alasan Madrid berpotensi gaet Mbappe jelang penutupan jendela transfer

Real Madrid memiliki peluang untuk menggaet Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain (PSG) pada bulan ini. Raksasa Liga Spanyol tersebut bisa merealisasikannya menjelang penutupan jendela transfer pada 31 Agustus.

Hal ini tak lepas dari situasi yang tengah dialami PSG. Klub elite Ligue 1 itu sedang diinvestigasi Badan Pengawas Keuangan UEFA karena dicurigai aspek finansial mereka sedang tidak sehat sehingga tak mungkin mempermanenkan striker internasional Prancis tersebut.

Mbappe bergabung dengan PSG dari AS Monaco pada 31 Agustus tahun lalu dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan pada musim panas ini. PSG harus membayar 163 juta poundsterling (sekitar Rp 3,058 triliun).

Dana fantastis tersebut tentu saja menguras kocek PSG, yang sudah lebih dulu menebus klausul pelepasan Neymar dari Barcelona pada musim panas tahun lalu. PSG bisa memboyong Neymar dari Camp Nou setelah membayar 198 juta poundsterling (sekitar Rp 3,714 triliun).

Pengeluaran yang begitu besar menimbulkan kecurigaan PSG melanggar Financial Fair Play (FFP). Badan Pengawas Keuangan UEFA sedang melakukan investigasi dan akan merilis hasil investigasi pada 30 Agustus 2018 atau satu hari sebelum bursa transfer ditutup.

Menurut laporan AS, PSG diduga akan mengalami kerugian jika mempermanenkan Mbappe, yang berarti melanggar FFP. Pasalnya, PSG diklaim bisa rugi lebih dari 15 juta euro dalam rentang waktu tiga musim.

Berdasarkan aturan, setiap klub hanya diperbolehkan mengalami kerugian maksimal 15 juta euro per tiga musim. Jika lebih, klub tersebut dinyatakan melanggar FFP sehingga bakal mendapat sanksi berat.

Merujuk situasi tersebut, PSG kemungkinan besar akan memulangkan Mbappe ke Monaco setelah mendapat rilis hasil investigasi. Nah, kondisi itu bisa dimanfaatkan Madrid untuk melayangkan tawaran menggaet Mbappe. Sudah pasti, proses transfer harus berlangsung secepat kilat karena batas akhir transfer 31 Agustus.

Comments