Berolahraga Sambil Belajar Tentang Alam di The Matang Mangrove Forest Taiping

Wilayah Perak yang dekat dengan laut dan pegunungan memilki banyak kekayaan alam tersebar saat ini. Salah satunya adalah hutan mangrove atau yang biasa disebut hutan bakau. The Matang Mangrove Forest adalah salah satu yang terbesar di Malaysia dan dapat anugerah The Best Example of Sustainable Tropical Forestry In The World dari UNESCO pada 2012.

Menurut data yang kami dapat langsung dari rilisan resmi pengelola, The Matang Mangrove Forest mempunyai luas 40288 hektar dengan panjang garis pantai 51,5 Km. Bagian utara terdapat di Kuala Gua hingga Bagan Panchor. Hutan bakau ini sudah ada sejak tahun 1903 silam dan baru dibangn pusat rekreasi dan pembelajaran pada 2004 silam.

Salah satu petugas disana sempat menyebut kesedaran pemerintah mengenai potensi hutan bakau ini mulai tinggi pasca kejadian tsunami pada 2004 yang menerpa Aceh dan beberapa negara tetangga seperti Srilangka, Thailand, Malaysia bagian utara dan lainnya. Seperti kita tahu, hutan bakau bisa jadi filter sekaligus penghambat ombak besar saat tsunami terjadi.

Selayaknya trek papan jalan (board walk) di tengah hutan bakau, berjalan kaki dan joging bisa dilakukan mengitari rindangnya khas tengah hutan bakau. Sayangnya memang disana tak bisa mengitarinya memakai sepeda apalagi motor.

Namun di area luar, terdapat lapangan luas seperti voli dan bulu tangkis. Disebut juga olahraga berkelompok seperti senam dan yoga kerap dilakukan di area luar hutan bakau kawasan laut Matang ini.

Selain berolahraga, salah satu aspek yang paling unik juga tentu saja aspek pembelajaran. Di sana ada tempat khusus area pembelajaran yang dibuka untuk umum. Di dalamnya, ada banyak hal unik penjelasan mengenai sumber daya dan potensi The Matang Mangrove Forest ini.

Produk seperti kopi buatan sendiri hingga berbagai jenis arang dari berbagai jenis tumbuhan bakau ada disana. Belum lagi banyak ilustrasi infografis yang menjelaskan proses penanaman hingga panen bakau. Satu yang luar biasa, jika kita menyorot infografis tersebut dengan aplikasi khusus lewat ponsel maka akan ada ilustrasi 3D (tiga dimensi) dengan animasi yang cukup simpel.

Untuk masuk  The Matang Mangrove Forest Taiping, hanya dikenakan biaya 5 ringgit (sekitar 15 ribu rupiah), di bawah umur 18 tahun hanya 2 ringgit (sekitar 6 ribu rupiah) dan anak di bawah umur 6 tahun tanpa biaya (gratis). Sejak 2015 hingga 2018, tempat pembelajaran eco ini sudah kedatangan sekitar 69000 pengunjung sejauh ini.

Comments