Puma mencoba kembali bersaing di NBA

‘The series don’t start till you win on the road’ – Lillard on Blazers 2-0 lead against Oklahoma

Selama 20 tahun lebih, brand asal Jerman Puma sudah tidak lagi terdengar di dunia basket. Namun, sejak awal pekan ini perusahaan aparel olahraga tersebut mencoba untuk kembali bersaing di dunia basket khususnya NBA. Deandre Ayton, calon nomor 1 draft NBA ini, menandatangani perjanjian selama empat tahun dengan Puma.

Untuk Ayton, ada beragam alasan terkait kesepakatan dengan Puma, meskipun merek tersebut sudah lama tidak bersaing di NBA. Terakhir kali Puma menandatangi kontrak dengan Vince Carter 20 tahun silam.

Ayton mengikuti jejak para seniornya , elari Olimpiade Usain Bolt daru Jamaika dan bintang pop Rihanna of Barbados, yang juga tumbuh di Karibia, tempat kelahiran Ayton.

“Puma cukup populer di Bahama,” ujar Ayton. “Saya selalu melihat brand itu berkembang. (Bolt) adalah salah satu orang pertama yang saya lihat dengan merek. Penting bagi saya bahwa seseorang yang saya kenal dan kagumi sebagai seorang atlet adalah dengan merek yang sama,” jelasnya.

Life’s good @pumahoops

Sebuah kiriman dibagikan oleh Deandre Ayton (@deandreayton) pada

Libatkan Jay-Z

Selain menandatangani kesepakatan dengan Deandre Ayton, aparel tersebut juga menggandeng Shawn Carter alias Jay-Z. Rapper yang juga suami Beyonce itu diharapkan akan memimpin sebagai direktur kreatif merk tersebut ntuk kampanye pemasaran. Jay-Z akan memiliki suara pada produk dan juga akan membantu untuk mengidentifikasi pemain NBA maupun entertainer lain yang mungkin paling cocok untuk dikontrak.

Sebelum meluncurkan sepatu basket awal pekan ini, Puma menandatangani kesepakatan pertamanya dengan, Walt “Clyde” Frazier, untuk kontrak seumur hidup dalam di New York. Siluet baru merek ini diharapkan menjadi pembaruan modern untuk sepatu sneaker Clyde asli buatan Frazier sejak 1973, dengan konstruksi rajutan dan teknologi saat ini.

 

 

 

 

Comments