Sharapova kian bergairah setelah juara Tianjin Terbuka

Maria Sharapova merengkuh gelar pertama setelah kembali dari hukuman larangan bermain selama 15 bulan. Si cantik asal Rusia ini memenangi trofi Tianjin Terbuka setelah di final menang 7-5, 7-6 (8) atas pemain muda Belarus, Aryna Sabalenka, Minggu (15/10/2017).

Ini merupakan gelar pertama Sharapova dalam kurun waktu lebih dari dua tahun. Hasil ini juga sekaligus penegasan kualitas mantan pemain nomor satu dunia tersebut, yang baru kembali mengayun raket pada April tahun ini sejak dihukum akibat kasus doping.

Gelar di Tianjin ini membuat Sharapova kian bergairah. Dia ingin melanjutkan kesuksesan tersebut pekan depan di Moscow dalam ajang Piala Kremlin, turnamen yang tak pernah diikutinya lagi sejak 2007.

“Tentu saja ke sana dengan gelar ini sangat berarti, tetapi saya memang sangat ingin mengakhiri musim ini dengan kuat,” ujar Sharapova, yang tampil di Tianjin karena mendapat fasilitas wildcard.

“Saya tidak ingat kali terakhir ketika saya bermain tiga event berturut-turut tetapi saya akan memberikan segalanya dan saya tahu saya memiliki penggemar yang luar biasa di sana.”

Peraih lima gelar grand slam ini juga mengakui, trofi Tianjin Terbuka, yang menjadi gelar ke-36 sepanjang kariernya, sangat spesial. Sebab, ini menjadi gelar pertama setelah lama paceklik. Di Moscow, pemain 30 tahun ini akan mengawali petualangannya melawan pemain Slovakia, Magdalena Rybarikova.

Comments