Stephens senang Halep bisa akhiri penantian

Petenis tunggal putri Amerika Serikat, Sloane Stephens, gagal meraih gelar grand slam French Open 2018. Pada partai final turnamen Roland Garros tersebut di lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Sabtu (9/6/2018), Stephens kalah rubber set 6-3, 4-6, 1-6 dari pemain nomor satu dunia asal Rumania, Simona Halep.

Pemain berusia 25 tahun ini pun harus melupakan impian merengkuh gelar kedua ajang grand slam setelah US Open 2017 pada September tahun lalu – gelar tersebut dia raih hanya enam pekan setelah menempati ranking 957 dunia akibat absen selama 10 bulan akibat cedera kaki.

Meskipun demikian, Stephens tak larut dalam kesedihan. Dia justru senang Halep bisa mengakhiri penantian meraih gelar pertama grand slam setelah gagal dalam tiga final terdahulu (Roland Garros 2014 dan 2017 serta Australian Open 2018).

Stephens pun mengakui, Halep layak menang karena tampil hebat setelah kalah pada set pembuka. Ini yang membuat Stephens tak bisa membendung laju pemain 26 tahun tersebut.

“Dia meningkatkan permainannya, menaikkan levelnya. Tidak banyak yang bisa Anda lakukan dengan hal itu. Saya berkompetisi dengan kemampuan terbaik saya dan pemain yang lebih baik memenangkan pertandingan,” ujar Stephens seperti dikutip dari BBC.

“Dia memiliki perjalanan yang sulit. Saya pikir, menang di sini sangat spesial bagi dia dan saya senang dia akhirnya mendapatkan gelar pertama grand slam. Itu hal yang indah, sangat spesial.”

“Tak peduli berapa sulitnya jalan yang harus kamu lalui tetapi selalu ada cahaya di ujung terowongan. Saya senang, dia akhirnya mendapatkan cahaya tersebut.”

Comments