Thiem optimistis kembali ke final setelah kalah dari Nadal

‘We’re not worried about Giannis’ – Milwaukee’s MVP has poor game as Totronto bounce back 1-2

Petenis tunggal putra Austria, Dominic Thiem, gagal mewujudkan impian meraih gelar perdana turnamen grand slam. Pada final French Open 2018, Minggu (10/6/2018), Thiem harus mengakui kehebatan si raja lapangan tanah liat, Rafael Nadal.

Dalam duel di lapangan Philipp Chatrier, Paris, Prancis, Nadal menyudahi perlawanan Thiem dalam waktu 2 jam 42 menit dengan skor akhir 6-4, 6-3, 6-2. Alhasil, Thiem harus menunggu lagi untuk bisa menjadi juara grand slam.

Pemain berusia 24 tahun ini pun optimistis bisa kembali ke final. Pasalnya, dia baru saja membuat sebuah langkah maju bisa tampil dalam partai puncak Roland Garros setelah kalah dalam semifinal 2016 dan 2017.

“Itu tujuan utama saya, bisa selangkah lebih maju dan kemudian melakukan yang lebih baik dari sekarang. Tentu saja akan sedikit lebih mudah karena sudah ada pengalaman,” ujar Thiem seperti dikutip dari BBC.

Thiem, yang merupakan satu-satunya pemain yang mengalahkan Nadal di tanah liat dalam dua tahun terakhir. Dia melakukannya dalam pertandingan di Roma dan Madrid.

Sayang, kesuksesan tersebut tak menular dalam ajang French Open, karena Nadal sangat superior dalam tiga pertemuan mereka. Sebelum pertemuan final ini, Thiem kalah pada babak kedua ketika melakukan debutnya di Roland Garros pada 2014, kemudian kalah dalam semifinal tahun lalu.

Meskipun gagal, Thiem bangga bisa melawan Nadal di final Roland Garros. Hal ini tak pernah dibayangkan karena dia baru berusia 11 tahun ketika melihat Nadal untuk kali pertama mengangkat trofi French Open 2005.

“Jujur, saya tidak pernah bermimpi mendapat kesempatan untuk memainkan laga final dengan dia di sini, sebhingnga saya sangat bahagia. Menang 11 kali sungguh merupakan pencapain terbaik yang pernah ada di olahraga,” ujar Thiem soal gelar ke-11 Nadal di Roland Garros.

Comments