Sikap hormat jadi kunci kesuksesan Nadal

Rafael Nadal termasuk petenis paling sukses. Koleksi 17 gelar grand slam menjadi bukti petenis kidal berusia 32 tahun asal Spanyol ini layak mendapat predikat tersebut.

Sikap hormat kepada semua lawan menjadi kunci kesuksesan Nadal. Hal tersebut diungkapkan oleh Toni Nadal, yang merupakan paman sekaligus mantan pelatih yang menangani Nadal sejak usia delapan tahun.

“Hal pertama ialah adanya sikap respek, bukan hanya untuk Roger Federer, tetapi kepada seluruh dunia,” ujar Toni kepada Expansion seperti dikutip dari Express, Rabu (20/6/2018).

“Ketika anda terbiasa dengan banyak kemenangan, kadang anda lupa dengan prinsip dasar. Anda lupa apa yang membuat anda menang. Untuk itu, saya pikir anda perlu berhati-hati dengan hal ini.”

Toni pun mengakui, Nadal selalu bekerja keras sesuai permintaannya. Ini membuat pemain yang mendapat julukan King of Clay alias raja lapangan tanah liat tersebut, bisa bangkit dari keterpurukan ketika dibekap cedera.

“Saat Rafa banyak meraih kemenangan, saya ingat selalu mengatakan ke dia bahwa dia perlu berlatih sedikit lebih keras supaya kami bisa melanjutkan dinamika itu lebih lama lagi,” kata Toni.

“Ketika segala sesuatunya berjalan buruk, saya mengatakan kepada dia agar berlatih sedikit lebih keras untuk melihat apakah kami bisa keluar dari situasi itu secepat mungkin.”

Toni berpisah dengan Nadal pada awal tahun 2018. Ini terjadi karena sang paman ingin fokus dalam pengembangan para petenis muda yang tergabung dalam Akademi Tenis Rafael Nadal di Spanyol.

Kini, Nadal ditangani mantan petenis nomor satu dunia yang juga rekan senegaranya, Carlos Moya. Di bawah asuhan Moya, Nadal tetap memperlihatkan kehebatannya, terutama di lapangan tanah liat, ketika dia meraih gelar ke-11 Roland Garros usai memenangi grand slam French Open 2018.

Comments