Berlinang Air Mata, Andy Murray Pensiun Selepas Australian Open 2019

Sembari berjalan menuju meja di ruang konferensi pers, dinanti awak media yang memadati ruangan, Andy Murray berjalan dengan raut wajah yang memperlihatkan ekspresi kesedihan (12/1).

Wartawan yang biasanya melihat emosi Murray di atas lapangan tenis sudah menduga ada yang aneh dengannya hari ini. Murray duduk, sembari menangis, sesekali mengucek matanya, lalu mengucapkan kata yang menggemparkan dunia.

“Saya tidak yakin saya bisa bermain melewati rasa sakit ini untuk empat atau lima bulan. Saya ingin bermain di Wimbledon dan berhenti (pensiun), tapi saya tak yakin bisa melakukannya,” ucap Murray diberitakan BBC Sport.

“Rasa sakit ini benar-benar menyakitkan, sungguh. Saya harus memiliki titik akhir karena saya bermain tanpa tahu kapan rasa sakit ini akan berhenti.”

Petenis berusia 31 tahun memang memiliki masalah pada bagian pinggul. Mantan petenis nomor satu dunia itu sudah tiga kali naik meja operasi dan bekerja keras untuk segera pulih.

Tahun lalu Murray menyelesaikan agenda tenis lebih cepat pada bulan September agar bisa fokus memulihkan diri. Namun, dia tampak masih kesulitan bermain ketika berlatih melawan salah satu rivalnya, Novak Djokovic.

Kini, Murray hanya bisa berharap memberikan yang terbaik di Australian Open. Pada putaran pertama nanti, Murray akan melawan unggulan 22, Roberto Bautitas Agut pekan depan.

Comments