Nishikori dan persaingan tenis pasca cedera

Awal pekan ini Kei Nishikori, petenis Jepang membuat kemenangan di ATP Tours. Ia mengalahkan petenis Amerika Noah Rubin 7-5, 6-3 di New York Terbuka (15/2). Unggulan nomor 5 itu melewatkan akhir musim lalu dan awal pertandingan dengan cedera pergelangan tangan kanan dan tidak bermain dalam tur utama sejak Agustus lalu di Montreal.

Dia baru saja memainkan dua event tingkat dan rangkingnya turun ke posisi 27 setelah dia masuk lima besar di awal tahun 2017. Nishikori pernah menduduki peringkat 4 dunia sebagai prestasi terbaiknya. Awal tahun ini kehadirannya di dunia tenis sudah dinantikan di ajang Australia Open. Hanya saja ia gagal ikut karena belum sepenuhnya pulih.

Petenis 28 tahun inipun sebelumnya disebut-sebut sebagai penantang nama-nama elit tenis seperti Roger Federer, Rafael Nadal, Andy Murray hingga Novak Djokovic. Namun mantan finalis Grand Slam ini belum juga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih. Nishikori jarang bisa memecahkan kode Big Four, yang telah mendominasi Grand Slam selama 15 tahun terakhir.

Tidak ada pemain yang lahir di tahun 1990an yang telah memenangkan event Grand Slam termasuk Nishikori, yang mencapai final AS Terbuka 2014. Hanya empat pemain yang berada di peringkat 1 di komputer ATP sejak 2004.

Pesaing The Big Four rentan cedera

Begitu banyak penantang Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic dan Andy Murray berjuang untuk mengimbanginya, termasuk Nishikori. Mereka telah menghabiskan banyak waktu dan justru masuk dalam daftar cedera. Hal ini menunjukkan bahwa para pesaing big four justru tersebut terseok saat mencoba pola yang sama.

“Ya, saya merasakan tekanan untuk bekerja lebih keras. Tapi itu memberi saya motivasi bagus, saya mengalami banyak luka, saya harus bekerja lebih banyak di luar lapangan, tapi saya akan terus berusaha,” jelas Nishikori.

Dirinya tak sendiri. Milos Raonic, mantan finalis Wimbledon berusia 27 tahun yang telah berada di peringkat setinggi No. 3, berada dalam situasi yang sama. Dia telah bermain hanya dua pertandingan tahun ini. Dia tergelincir musim panas lalu oleh cedera kaki dan pergelangan tangan. Dia turun ke peringkat 31 di peringkat. Hal serupa terjadi pada Grigor Dimitrov yang hanya berstatus finalis.

“Jika Anda tidak berada di posisi tiga atau empat teratas, Anda harus banyak bermain dalam turnamen. Banyak pria cedera tahun lalu, tapi Anda harus menerima itu dan terus melatih kebugaran fisik Anda setiap minggu,” ujar petenis Jepang ini memotivasi diri. Ia memilih tidak terlalu agresif lagi dalam bermain untuk menghindari cedera.

Meski sadar ia rentan cedera tapi tetap keinginan untuk bersaingnya tak padam. Mulai dari mengumpulkan poin di turnamen major, menjadi strategi Nishikori untuk kembali ke jajaran papan atas tenis.

 

 

 

 

 

 

Comments