Serena masih berusaha adaptasi

Serena Williams akhirnya kembali ke kompetisi resmi dalam ajang FedCup membela Amerika Serikat akhir pekan lalu (11/2). Tampil di nomor ganda bersama kakaknya, Venus, Serena kalah dari pasangan Belanda Demi Schuurs/Lesley Kerkhove dengan skor 6-2, 6-3. Ini adalah pertama kalinya Serena tampil untuk Amerika Serikat.

Cuti panjang melahirkan membuat Serena williams harus beradaptasi kembali dengan lapangan. “Rasanya sangat baik bisa kembali ke lapangan,” kata Serena usai pertandingan. “Saya sudah berlatih dan sangat mengasyikkan untuk berada di luar sana, banyak ketegangan tapi ini jadi antisipasi untuk diri saya sendiri. Itu bagus, saya pikir itu normal,” tambahnya.

Dari akhir tahun 2017 hingga awal tahun ini, kembalinya Serena ke kompetisi tenis. Diawali dari kekalahan di turnamen Mubadala di penghujung tahun 2017, Serena akhirnya memutuskan untuk tidak ikut serta dalam ajang Grand Slam Australian Open. Ia merasa belum siap untuk kembali ke turnamen besar dan masih memerlukan adaptasi.

Tak perlu lama-lama memutuskan. Ia kembali tampil bersama Venus yang merupakan duet terbaik dengan 22 koleksi gelar yang pernah diraih keduanya bersama. Dukungan dari saudarinya menjadi modal semangat setelah hampir satu tahun absen.

Perjuangan melahirkan

Menyandang predikat sebagai Ratu Grand Slam bukanlah hal mudah saat Serena harus cuti melahirkan. Baru beberapa pekan lalu, Serena Williams mengungkapkan dalam wawancaranya dengan majalah Vogue, bahwa proses kelahiran putrinya Alexis Olympia melalui tahap yang sulit. Jantung bayinya melemah sebelum dilahirkan hingga ia harus menjalani operasi sesar.

 

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ia harus berbaring selama 6 pekan pasca operasi. Artinya, setelah melahirkan putrinya di 1 September 2017, kondisi fisik Serena hingga akhir tahun lalu belum pulih sepenuhnya. Proses kembali ke lapangan dengan ikut serta Turnamen Mubadala merupakan hal yang cukup cepat sekaligus penuh resiko.

Di pertandingan kompetitif perdananya, bayi mungil dan sang suami ikut serta mendampingi. Keduanya ikut memberi semangat dari pinggir lapangan. Pemandangan serupa akan menjadi lazim dilihat mengingat Serena berniat membawa keluarganya dalam bertanding.

Tahun ini tidak akan banyak bertanding

Kondisi pasca melahirkan dan usia yang sudah menginjak 36 tahun tak dipungkiri bukanlah saat yang tepat untuk mengisi tahun ini dengan rangkaian kompetisi. Menurut pelatih Serena, Patrick Mouratoglou, anak asuhnya hanya akan bermain di turnamen besar. Grand Slam yang tersisa sangat mungkin diikuti Serena. Mouratoglou juga menyebutkan kejuaraan seperti Indian Wells dan Miami Open yang akan diselenggarakan pada Maret 2018, Madrid Open dan Roma Open di bulan Mei sebagai ajang yang dipersiapkan untuk Serena. Serena juga disiapkan untuk berlaga di WTA Finals 2018.

Namun semuanya dengan syarat kondisi Serena haruslah benar-benar fit. Serena juga mengikuti kejuaraan dengan catatan bahwa ia yakin untuk bisa berkompetisi normal.

Dinamika dalam kehidupan Serena saat ini berbeda. Dia tidak hanya menghadapi tantangan untuk kembali ke tempat dia sebelum dia pergi, tapi dia juga harus menyesuaikan jadwal tanding sekaligus mengasuh bayinya. Manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting dan Serena mengaku akan butuh waktu untuk menguasai.

“Ini adalah pengalaman belajar yang luar biasa,” katanya. “Saya akan berusaha lebih baik. Manajemen waktu adalah satu hal,” tambah Serena. Meningkatkan permainannya adalah permainan yang lain, meskipun permainannya tidak seperti di mana dia berada setahun yang lalu, Serena merasa dirinya melebihi harapannya sendiri saat ini.

 

Comments