Bukan Kemenangan Menyenangkan Lewis Hamilton

Lewis Hamilton mengakui usai balap GP Rusia bahwa kemenangannya bukannya hal yang mmenyenangkan.Mengingat title juara seharusnya menjadi milik Valtteri Bottas.

Hamilton menyebut Valtteri Bottas pantas untuk memenangkan GP Rusia bukannya dia. Tetapi Mercedes secara kontroversial menggunakan perintah tim untuk membantu pembalap Inggris itu menang.

Bottas mengamankan posisinya pada balap di Sochi dan mengendalikan perlombaan. Namun Mercedes menginstruksikan dia untuk membiarkan pimpinan klasemen tersebut melalui pada Lap 26 sebagai pemimpin kejuaraan untuk mengalahkan Sebastian Vettel.
“Valtteri melakukan pekerjaan fantastis sepanjang akhir pekan dan dia adalah pria sejati yang membiarkan saya lewat,” kata Hamilton. “Dia pantas menang,” tambahnya
Lewis melanjutkanhamilt dominasinya sebagai pemimpin klasemen diatas rivalnya, Vettel yang menempati posisi ketiga di belakang Bottas, dengan 50 poin di klasemen sementara dengan hanya lima balapan tersisa pada 2018.
Hamilton juga menganggap bahwa kemenangannya sebagai momen yang aneh.
“Ini pasti kemenangan dalam daftar kemenangan yang paling tidak aku banggakan,” tegasnya.
“Saya tidak berpikir saya pernah selesai pertama dan merasakan apa yang saya lakukan sekarang. Ini benar-benar perasaan yang sangat bertentangan karena secara alami Anda ingin memperpanjang keunggulan kejuaraan, tetapi kami adalah tim dan ada dua pembalap,” terang Hamilton dalam konferensi pers usai laga.
“Saya meyakinkan Valtteri, itu bukan sesuatu yang saya minta, tapi itu yang dirasakan oleh tim adalah benar. Ini posisi yang sangat aneh untuk dilakukan. Tidak banyak rekan satu tim yang melakukan hal seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu Bottas harus rela kehilangan kemenangan pertamanya musim ini, mengakui bahwa GP Rusia menjadi hari yang sulit.
“Hasil bagus bagi kami sebagai tim dan kami mendapat poin maksimum tetapi secara pribadi, itu adalah balapan yang cukup sulit,” Bottas mengakui.
“Kami selalu melalui semua skenario, Lewis berjuang untuk kejuaraan dan kami berjuang untuk konstruktor, jadi kami selalu punya rencana – tetapi selalu sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam balapan,” Bottaspun hanya bisa pasrah.

Comments