Sean Gelael Bertekad Bangkit di Paruh Kedua Formula 2

Chinese GP – Social Media Reaction

Pebalap Indonesia Sean Gelael bersama rekannya Nyck de Vries siap beraksi di paruh kedua Formula 2 di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia 24- 26 Agustus 2018. Pada empat seri tersisa ini, pebalap Tim Pertamina Prema Theodore Racing itu bertekad bangkit.

“Setelah beberapa minggu istirahat kami tiba di Spa dengan baterai yang terisi penuh serta tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik di sisa musim” ungkap Sean

Pebalap yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia itu mengaku sudah sangat siap untuk menjalani paruh kedua musim, terutama balapan di sirkuit spa-franchamps. Bagi pebalap berusia 21 tahun ini, Spa adalah salah satu sirkuit yang indah sekaligus sulit dalam kalender Formula 2.

Meski optimis, Sean mengaku timnya masih mengalami masalah teknis. Contoh di Budapest ia kesulitan pada sesi kualifikasi dan itu masih berdampak saat balapan dimulai.

“Saya belajar banyak selama di Prema. Teamwork disini sangat bagus. Tetapi memang kami masih mengalami beberapa masalah teknis. Dan saya rasa tidak hanya kami yang mengalaminya. Beberapa tim pun sama, tetapi bagaimana kita cepat untuk bangkit dan mengatasinya. Saya masih kehiangan sesuatu terkait masalah elektronik dan manajemen ban. Saya berharap bisa kembali tampil bagus seperti awal musim,” kata Sean.

Sirkuit SPA dikenal sebagai sirkuit klasik. Sirkuit ini berkarakter cepat dengan tantangan 19 tikungan. Beberapa titik yang menjadi perhatian pebalap di antaranya trek lurus Kemmel yang memungkinkan bagi pebalap untuk saling menyalip. Ada juga tikungan kurva yang panjang dan cepat yakni dikenal dengan sebutan Blanchimont.

Akan tetapi, para pebalap juga diuji dengan pengereman berat dan kecepatan yang sangat rendah saat memasuki tikungan terakhir menjelang start dan finis. Sangking lambannya, tikungan ini dinamakan Stop Bus Chicane.

Tempat yang legendaris di sirkuit SPA tentu saja tikungan cepat Eau Rouge. Di titik ini, para pebalap bisa memacu mobil dengan kecepatan 300 kilometer.

Diawali dengan turunan tajam, kemampuan pebalap kemudian diuji dengan tikungan cepat ke kiri dan ke kanan sebelum memasuki tanjakan. Para pebalap hanya bisa melihat langit dan pucuk pohon pinus sebelum mencapai tikungan berikutnya.

Untuk balapan F2, dengan karakter sirkuitnya SPA tercatat sebagai sirkuit tercepat kedua setelah Baku City. Di sirkuit SPA para pebalap dalam setiap putaran rata-rata bisa menggeber mobil dalam kecepatan antara 217km/jam sampai 305km/jam. Namun, ini hanya bisa dilakukan jika balapan berlangsung dalam cuaca yang cerah dan lintasan yang kering.

Situasi yang terjadi di SPA karena sirkuit ini berada di dataran tinggi, selain cuaca cerah, tak jarang mendung dan angin kencang dengan hujan datang. Bahkan, kadang-kadang terjadi kondisi ekstrem dimana hampir di setiap sudut sirkuit diselimuti kabut.

Dari sisi persiapan, Sean sudah menjalani tes simulator di markas Prema di Italia. Sean juga berlatih fisik secara rutin jelang balapan. Sementara Tim Prema Pertamina Theodore Racing sudah bekerja keras selama tiga pekan untuk mendapatkan setingan mobil yang pas.

Comments