“Senna Tersenyum di Balik Helmnya, Itu Adalah Terakhir Kali Saya Melihatnya”

What makes Kimi Raikkonen special in F1?

Mantan pembalap Formula 1, Gerhard Berger, mengenang salah satu rival dan mantan rekan setimnya di lintasan balap Ayrton Senna. Pembalap asal Brasil tersebut meninggal dunia pada 1 Mei 1994 atau 25 tahun silam di Sirkuit Imola, San Marino.

Pada saat hari di mana Senna mengalami kecelakaan mengerikan tersebut, Berger berada di grid ketiga pada saat memulai race. Keduanya sempat menjadi rekan satu tim di McLaren pada musim 1990 hingga 1992. Pada musim 1994, Senna memutuskan pindah ke Williams, dan Berger memutuskan hengkang dari McLaren lebih dulu yakni pada 1993 ke Ferrari.

“Pada era tersebut balapan kami benar-benar sangat keras. Sangat, sangat keras,” ujar pria yang kini menginjak usia 59 tahun tersebut mengutip Autoblog. “Secara umum, ketika saya teringat Ayrton, saya selalu berpikir bahwa pada saat itu mungkin adalah era terbaik dari Formula Satu,” lanjutnya.

“Sebagai pembalap Ferrari, Anda selalu akan jadi pusat perhatian di Imola dan saya ingat penonton bersorak. Saya keluar dari mobil saat itu, dan Senna masih berada di dalam mobilnya. Dia tertawa di balik helmnya. Itu adalah momen terakhir saya berkontak mata dengan Senna,” kenang Berger.

Senna yang memulai race di pole position menjalani balapan dengan meyakinkan. Juara dunia tiga kali tersebut memimpin balapan hingga pada lap ketujuh saat mobilnya keluar lintasan dan menabrak pembatas beton di pinggir sirkuit dengan kecepatan 233 kilometer perjam. Pada pukul 18:40 waktu setempat, pembalap asal Brasil tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Comments