Gerhard Berger: Impian Ayrton Senna Adalah Membalap untuk Ferrari

What makes Kimi Raikkonen special in F1?

Mantan rekan satu tim Ayrton Senna, Gerhard Berger, mengenang mendiang pembalap yang 25 tahun lalu tewas pada kecelakaan di Sirkuit Imola. Berger mengungkapkan, salah satu impian Senna adalah bisa membalap untuk Ferrari.

Senna menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami kecelakaan pada saat race di Sirkuit Imola, San Marino pada musim balap 1994. Saat itu mobil Williams yang ia tunggangi menabrak tembok beton di sisi lintasan dalam kecepatan 233 kilometer per jam.

Berger dan Senna pernah berada dalam satu tim yakni McLaren mulai musim 1990 hingga 1992. Senna berhasil memenangkan tiga gelar juara dunia pada saat membela McLaren. Berger sendiri pada hari di mana Senna tewas berada di grid ketiga, di belakang Michael Schumacer di posisi kedua, dan Senna yang menempati pole position saat itu.

“Impiannya adalah bisa bergabung dengan Ferrari. Dia selalu bilang kepada saya ‘Gerhard, suatu hari nanti saya berada di Ferrari, namun saya belum melihat momen di mana mereka tampil meyakinkan sehingga saya bisa memberikan yang terbaik untuk mereka’,” kenang Berger.

Kejadian tewasnya Senna juga sempat mengguncang mental Berger. Menurutnya “sangat berat” untuk menghadapi hal tersebut. Apalagi, sehari sebelum kecelakaan Senna, Roland Ratzenberger – pembalap tim Simtek – juga tewas di sirkuit yang sama saat sesi kualifikasi.

“Semuanya sangat sulit untuk saya. Anda kehilangan kolega dan juga teman. Namun di sisi lain kami tahu bahwa olahraga ini sesuatu seperti itu akan terjadi dan kami harus menghadapinya,” tambah pembalap yang sepanjang kariernya memenangkan 10 Grand Prix tersebut

Comments