Aturan perubahan grid bikin Formula 1 kian menakutkan

Pekan lalu, FIA sepakat untuk memulai aturan baru terkait penalti grid. Para pebalap yang mendapat penalti diatas 15 grid akan memulai balap dari belakang.

Jika ada lebih dari satu pebalap yang terkena penalti grid, FIA akan memutuskan siapa pebalap yang akan memulai dari posisi buncit tergantung pada jenis perubahan mesin yang dibuat.

Aturan yang diputuskan dalam FIA World Motor Council di Paris beberapa waktu lalu dibuat sebagai desakan dari tim peserta F1 maupun para fans.

Adanya penalti grid dengan angka yang berbeda hingga posisi para pebalap saat race awal sering kali membuat bingung para penonton. Atas masukan tersebut, FIA kemudian meneliti ulang aturan yang ada dan merevisinya.

Aturan baru yang ditetapkan musim depan ini sangat menantang tim maupun para pebalap. Dengan ketatnya aturan penalti tersebut justru diperkirakan makin banyak tim yang terkena penalti sebab musim depan hanya digunakan tiga mesin.

Musim 2017 saja banyak pebalap yang terkena penalti diatas 15 grid. Fernando Alonso di GP Jepang dikenai hukuman 35 grid akibat banyaknya pergantian pada mesin. Sementara Carlos Sanz juga dikenai penalti 20 grid atas perubahan mesin Renault di GP yang sama.

Selain aturan soal penalti grid. FIA juga memutuskan sejumlah perubahan seperti melanjutkan balap dibalik Safety Car, mengubah jadwal acara sebagai bentuk dari fleksibilitas, pengujian mobil hanya di dalam trek dengan lisensi FIA Grade 1 atau 1T.

Comments