Pejabat Kemenpora dan KONI Terlilit Kasus Suap Dana Hibah Asian Games 2018

Kabar tak menyenangkan datang dari olahraga Indonesia. Kali ini salah satu pejabat dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terlilit masalah suap dana hibah saat ajang Asian Games 2018 silam.

Mengutip dari laman Detik, Hakim Ketua Muchamad Arifin memutuskan hukuman kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, dengan vonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Mulyana dilaporkan menerima suap dari eks Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dan berlanjut,” kata hakim ketua dilansir dari laman Detik.

“Terdakwa Mulyana selaku Deputi IV Kemenpora diberikan 1 unit mobil Fortuner VRZ TRD warna metalik nomor polisi B-1749-ZJB oleh Ending Fuad Hamidy, dan 1 buah kartu ATM debit BNI dengan saldo kurang-lebih senilai 100 juta dan uang 300 juta, serta 1 buah ponsel merek Samsung Galaxy Note 9, melalui Sekjen KONI Johny E Awuy.”

Pejabat Kemenpora lainnya yaitu Adhi Purnomo dan Eko Triyanta juga kena hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Keduanya menerima uang suap sekitar 215 juta.

Comments