Lima Pemain yang Diperlukan Jepang Untuk Piala Dunia 2018

Editor sepak bola FOX Sports Asia, Gabriel Tan memilih lima pemain yang dibutuhkan Jepang untuk memberikan permainan terbaik mereka jika negara ini ingin sukses di Piala Dunia FIFA 2018.

Dalam beberapa waktu terakhir, Jepang selalu disebut sebagai salah satu negara terkuat di Asia, tetapi ada perasaan bahwa saat ini mereka berada di titik terendah atau masa-masa krusial mereka.

Setelahmengecewakan di Piala Dunia 2014 yang membuat mereka tersingkir di fase grup hanya dengan mendapatkan satu poin dari tiga pertandingan, Samurai Blue juga dikecewakan dengan tersingkir di babak perempat final Piala Asia 2015 dan tidak tampil dominan seperti yang diharapkan sepanjang mengikuti babak kualifikasi untuk Rusia 2018.

Bahkan sekarang dengan turnamen terbesar di dunia sepak bola yang akan segera dimulai hanya dalam beberapa hari lagi, Jepang sedang berjuang untuk menemukan performa terbaiknya – setelah kalah lima dari delapan pertandingan terakhir mereka – di bawah pelatih baru Akira Nishino yang baru mengambil alih pada bulan April menyusul kepergian mengejutkan dari pelatih Vahid Halilhodzic.

Namun Jepang tetap merupakan tim tangguh yang penuh dengan kualitas dan masih mampu membuat kejutan jika semuanya bisa bekerja dengan maksimal.

Tapi agar itu terjadi, siapa yang perlu tampil maksimal untuk Samurai Blue? FOX Sports Asia telah memilih lima pemain penting untuk pengharapan Jepang.

Eiji Kawashima

Pemain berusia 33 tahun ini adalah kiper nomor 1 Jepang sejak Piala Dunia 2010.

Pada performa terbaiknya, Eiji Kawashima dianggap oleh banyak orang sebagai penjaga gawang terbaik di Asia dan walaupun sekarang dirinya berada di penghujung karier, ia tetap menjadi pilihan nomor satu Jepang di bawah mistar gawang mereka.

Di atas kertas, pertahanan mereka – dianggap mengesankan dengan duet Maya Yoshida dan Yuto Nagatomo – terlihat impresif, tapi mengingat Samurai Blue belum mempunyai formasi tetap, ada banyak ketidakpastian di lini belakang dalam pertandingan persahabatan baru-baru ini.

Jika ini terus berlanjut, Kawashima harus menunjukkan penampilan terbaiknya untuk mencegah tembakan penyerang kelas dunia seperti Robert Lewandowski dan James Rodriguez.

Aksi Eiji Kawashiwa melawan Ukraina.

Tomoaki Makino

Terlepas dari dua musimnya di Jerman bersama Koln, Makino telah menghabiskan seluruh kariernya di J.League.

Tomoaki Makino kemungkinan akan menjadi satu-satunya anggota dari starting XI Jepang yang saat ini tidak bermain di Eropa, kecuali pemain jangkar Cerezo Osaka, Hotaru Yamaguchi juga dipilih oleh Nishino.

Hal ini bisa membuat tim lawan melihat Makino sebagai titik lemah untuk diincar, tetapi pemain berusia 31 tahun ini memiliki pengalaman bermain di Bundesliga dan sangat mampu untuk bersaing dengan para pemain terbaik di dunia.

Terlepas dari kemampuannya dalam membaca permainan dengan baik dan kuat dalam menjegal lawan, bek Urawa Red Diamonds ini juga bisa sesekali mencetak gol dan keserbagunaannya – mampu bermain di posisi bek kiri –  untuk menambah opsi bagi pelatih.

Tomoaki Makino memberikan instruksi kala melawan Swiss.

Gaku Shibasaki

Shibasaki mungkin tidak akan menjadi pilihan utama tetapi ia dapat memberikan Jepang banyak kejeniusan dan kreativitas.

Gaku Shibasaki telah menunjukkan dirinya memiliki apa yang diperlukan untuk tampil di panggung besar, setelah mencetak dua gol untuk Kashima Antlers di final Piala Dunia Antar Klub 2016 melawan Real Madrid dan penampilannya kala itu hanya tertutup oleh hat-trick dari Cristiano Ronaldo.

Sejak saat itu, playmaker bagus ini mulai mengembangkan diri di Spanyol. Bermain satu musim di divisi dua bersama Tenerife sebelum pindah ke Getafe dan ia mencatatkan 22 penampilan di musim terakhir.

Meskipun Shibasaki sama sekali tidak mendapatkan jaminan di tempat utama Jepang, ia bisa memberikan mereka kreativitas serta visi untuk menciptakan killer pass yang hanya dapat dilakukan beberapa orang dan bisa menjadi kunci untuk membuka pertahanan lawan – bahkan jika ia masuk sebagai pemain pengganti.

Gaku Shibasaki mengatur lini tengah Jepang kala melawan Ghana bulan Mei lalu.

Shinji Kagawa

Akankah Kagawa dapat menjadi bintang dalam penampilan di Piala Dunia keduanya?

Shinji Kagawa mungkin tidak memenuhi harapan banyak orang, yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri dalam beberapa tahun terakhir tetapi ia tetap menjadi seorang yang bisa menjadi pengubah permainan sejati bahkan di tingkat Piala Dunia.

Setelah Jepang menunjukkan penampilan buruk empat tahun lalu dan mempertimbangkan dirinya akan berusia 33 tahun ketika Piala Dunia 2022 Qatar diselenggarakan, turnamen ini bisa menjadi kesempatan terakhir Kagawa untuk benar-benar meramaikan panggung internasional tersebut.

Dengan bola di kakinya, bintang Borussia Dortmund ini masih mampu menciptakan sihir dan kerjasamanya dengan rekan-rekannya di pertahanan lawan akan sangat penting untuk Samurai Blue yang sudah pasti perlu mencetak lebih dari dua gol seperti yang mereka lakukan pada 2014 silam jika setidaknya mereka ingin mencapai babak penyisihan.

Mampukah Kagawa menampilkan penampilan terbaiknya?

Yoshinori Muto

Muto akan menuju ke Rusia dengan percaya diri setelah mencetak delapan gol dalam 26 pertandingan di Bundesliga musim lalu.

Dalam beberapa Piala Dunia terakhir, Jepang selalu memiliki ‘kartu as’ dalam satu paket – pemain dengan kualitas bagus tetapi tidak setenar Kagawa, Honda dan Okazaki membuatnya menjadi paket kejutan melawan musuh yang tidak siap siaga.

Seperti Honda pada tahun 2010 dan Yuya Osako empat tahun kemudian, pemain ini sedang membentuk diri menjadi Yoshinori Muto pada 2018.

Dengan sudah menjalani tiga musim di Bundesliga dalam catatan kariernya, striker Mainz ini telah menunjukkan dirinya pantas untuk masuk dalam level tertinggi dan menawarkan kemampuan fisik dan keuletan yang biasanya tidak identik dengan penyerang dari Jepang.

Pengalamannya di Bundesliga membuatnya bisa menjadi senjata rahasia Jepang.

Comments