Rekor Piala Dunia yang Tak Mungkin Messi dan Ronaldo Capai

Oleh: Martin Martinez

Tahun ini, Piala Dunia FIFA 2018 akan menyajikan berbagai pemain terbaiknya untuk mewakili negara masing-masing, dalam harapan mampu mengangkat trofi paling prestisius dalam jagat sepakbola internasional.

Dengan pemikiran seperti itu, ada dua pemain yang paling menonjol dari semuanya, yaitu Lionel Messi dari Argentina dan Cristiano Ronaldo dari Portugal.

Dua legenda hidup ini masih memiliki waktu beberapa tahun ke depan untuk berada dalam olahraga ini, namun mereka sudah mematenkan diri mereka sendiri sebagai dua pemain terbaik dunia.

Penghargaan individu dan kemenangan tim yang mereka bela sangatlah tak terhingga dalam perjalanan kariernya selama ini, dan keduanya dikenal banyak mematahkan rekor di level negara dan klubnya masing-masing sebagai bagian dari keabadian. Sayangnya, satu yang tak ada dalam jajaran kabinet trofi mereka adalah trofi Piala Dunia.

Mereka tak diragukan lagi akan mencari kemungkinan untuk memenangkan trofi ini, setidaknya sekali dalam sepanjang kariernya dan tahun ini di Russia, mereka mungkin akan memperlihatkan kehebatan mereka sekali lagi.

Ketika mereka dikenal sebagai pemecah rekor saat berada di lapangan, ini ada beberapa rekor Piala Dunia yang tak mungkin mereka pecahkan dalam waktu dekat.

Peraih Juara Piala Dunia Terbanyak

Memulai dengan rekor yang paling luar biasa, yaitu pernah menjuarai Piala Dunia terbanyak sepanjang sejarah. Kehormatan ini tertuju untuk sang legenda Brazil, Pele.

Ini adalah nama lain disamping Ronaldo dan Messi, yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pele adalah bagian dari skuat Brazil yang luar biasa yang mendominasi lawan-lawannya saat berada di lapangan.

Pele adalah satu dari pemain dalam skuat tersebut, dan sebagai hasilnya, ia memenangkan tiga kali Piala Dunia. Pertama ia dapatkan pada 1958, kemudian pada 1962 dan 1970.

Pada daftar selanjutnya ada Ronaldo (Brazil), Cafu dan Guiseppe Meazza yang mampu memenangkan Piala Dunia sebanyak dua kali sepanjang kariernya.

Dengan Messi dan Ronaldo kini sudah berumur 30 dan 33 tahun, tampaknya mereka butuh untuk bermain delapan tahun (bahkan lebih) lagi di level internasional untuk menyamai langkah Pele.

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Edisi Piala Dunia

Dari semua rekor, yang ini mungkin paling sulit untuk melewatinya. Messi dan Ronaldo akan berada di bawah sorotan karena mereka berdua sangat dekat dengan hal-hal yang tak tersentuh dan tak terkalahkan dalam perjalanan karier mereka.

Pada 1958 lalu, penyerang asal Prancis, Just Fontaine membuat standar tinggi dalam perihal mencetak gol karena mampu membuat 13 gol dalam satu edisi kompetisi akbar tersebut. Hal tersebut membantu Prancis mencapai babak semifinal ketika akhirnya mereka bertemu Pele dan Brazil sampai akhirnya Prancis kalah telak dengan skor 5-2.

Rekor paling dekat yang hampir menyamai milik Fontaine ini terjadi pada 1970 lalu ketika legenda sepakbola Jerman, Gerd Muller mencetak 10 gol pada kompetisi tersebut.

Bagi Messi dan Ronaldo, mereka tentu telah merasakan tingkat kesulitan kompetisi ini sebelumnya. Pria Argentina hanya mencetak lima gol sepanjang karier Piala Dunianya dan Ronaldo sendiri hanya mencetak tiga gol untuk Portugal (catatan hingga Piala Dunia 2014 lalu, tahun 2018 ini belum masuk hitungan).

Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia

Untuk rekor ini, tiap orang mesti menunggu sampai mana kedua pemain ini (Messi dan Ronaldo) akan mampu untuk bermain di level internasional meski sudah melewati puncak usia emas mereka.

Rekor pencetak gol tertua di Piala Dunia dipegang oleh Roger Milla dari Kamerun ketika ia mencetak gol pada ajang Piala Dunia 1994 melawan Rusia. Saat itu, Milla berumur 42 tahun lebih satu bulan dan delapan hari.

Messi dan Ronaldo sudah berumur 30an tahun dan masih banyak waktu bagi mereka di sepakbola. Pertanyaan terbesarnya, apakah Argentina dan Portugal bisa mencari skuat yang kompetitif ketika kedua pemain terbaiknya sudah lewat masa puncaknya tersebut.

Ronaldo sendiri telah beberapa kali menunjukkan beberapa sinyal penurunannya yang mungkin akan menjadikan dirinya tak lagi bersama Portugal dalam waktu dekat. Sementara itu, Messi pernah sekali mengumumkan pensiun dari sepakbola internasional dan mungkin akan bertambah sakit hatinya jika Argentina gagal memenangkan trofi ini dalam beberapa tahun mendatang.

Pencetak Gol Terbanyak dalam Karier Piala Dunia

Masih berhubungan dengan rekor sebelumnya, Messi dan Ronaldo sangat dikenal sebagai pencetak gol terbanyak untuk klubnya masing-masing.

Saat ini, Ronaldo memegang rekor untuk pencetak gol terbanyak bagi Real Madrid dengan 45 gol di semua kompetisi dan juga membuat standar tinggi dengan tim nasionalnya dengan capaian 81 gol (sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung).

Messi sendiri memimpin rekor gol terbanyak Barcelona dengan 586 gol di semua kompetisi sekaligus top skor Argentina dengan 64 gol (sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung).

Namun, saat menyangkut pada ajang Piala Dunia, legenda Jerman Miroslav Klose adalah pemegang rekor pencetak gol terbanyak di karier Piala Dunia dengan mencetak 16 gol atas namanya sepanjang ia berpartisipasi pada kompetisi ini.

Baik Messi maupun Ronaldo, setidaknya mesti mencetak 10 gol lebih pada edisi Piala Dunia kali ini untuk mendekati rekor milik pria Jerman tersebut.

Penampil Terbanyak di Laga Final Piala Dunia   

Terakhir ini, adalah rekor yang mungkin Messi dan Ronaldo akan sulit dicapai oleh keduanya yaitu penampil terbanyak di laga final Piala Dunia.

Penghormatan untuk rekor ini ditujukan untuk Cafu dari Brazil yang tampil pada partai final Piala Dunia 1994, 1998 dan tahun 2002 silam. Ia adalah satu-satunya pemain yang mampu meraih rekor ini. Pele mungkin memenangkan tiga kali trofi Piala Dunia, namun pada laga final 1962, ia terlilit cedera dan tak tampil di laga puncak.

Sampai saat ini, diantara kedua pemain ini (Messi dan Ronaldo) hanya sekali masuk ke partai Piala Dunia, dan itu terjadi kala Messi bersama Argentina mencapai final tahun 2014 namun kalah dari Jerman saat itu.

Bagi mereka, untuk terus bermain dan mencapai rekor yang dicapai oleh Cafu, maka kesuksesan mesti diraih dalam beberapa tahun ke depan bersama tim nasionalnya masing-masing.

Comments