Piala Dunia 2018: Ego Messi ‘Mengalahkan’ Argentina

Argentina gagal memenuhi ekspektasi para pendukungnya setelah hanya mampu bermain seri 1-1 melawan Islandia.

Pertandingan pertama Grup D yang digelar di Spartak Stadium ini dipenuhi oleh usaha sia-sia Argentina dalam menembus pertahanan Islandia.

Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli memakai barisan pemain andalannya, namun ada satu nama yang jarang terdengar yaitu Maximiliano Meza. Sedangkan Islandia bermain dengan kekuatan penuh yang diisi beberapa nama seperti Alfred Finnbogason dan Gylfi Sigurdsson.

Tanpa basa-basi, Argentina menekan Islandia yang lebih tenang untuk menunggu kesempatan serangan balik. Terima kasih untuk Sergio Aguero karena ia berhasil mencetak gol pada menit ke-19 sekaligus memberikan keunggulan untuk Argentina. Gol ini juga merupakan yang pertama bagi penyerang Manchester City itu di turnamen Piala Dunia.

Islandia yang sabar menunggu akhirnya mendapatkan momen tepat. Kepanikan di lini belakang Argentina yang dikomandoi oleh Nicolas Otamendi akhirnya menyebabkan kebobolan. Finnbogason berhasil menyambut bola liar di depan gawang Willy Caballero. Sama seperti Aguero, gol Finnbogason adalah gol pertama Islandia di sejarah turnamen Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, Argentina terus menggempur pertahanan Islandia. Dan mereka akhirnya mendapatkan penalti setelah Messi dijatuhkan. Namun malang bagi pemain yang sempat pensiun dini itu. Ia gagal mengeksekusi bola dengan baik dan tendangannya dengan mudah ditepis oleh kiper Islandia, Halldorsson.

Setelah penalti yang gagal, yang ada hanyalah usaha sia-sia. Masalah utamanya adalah Messi bermain terlalu egois. Dalam situasi serangan balik, ia tidak mau mengoper ke rekannya. Begitu juga dalam situasi ia dikerubungi oleh pemain-pemain lawan. Messi terus menerus membawa bola hingga ujung-ujungnya bisa direbut atau tendangannya melenceng.

Sampaoli akhirnya memasukkan Ever Banega, Cristian Pavon dan Gonzalo Higuain untuk membantu Messi. Namun tetap saja Messi tidak punya rasa saling percaya kepada rekan-rekannya.

Permainan maruk Messi akhirnya memakan Argentina secara keseluruhan. Mereka gagal meraih poin penuh. Messi menjadi tertekan sedangkan rekan-rekannya tidak bisa berbuat apa-apa.

Jika mereka ingin lolos ke babak penyisihan, ego Messi wajib diredam. Ia harus mempercayai skuad Argentina dan bermain secara kolektif. Begitu juga dengan Sampaoli. Ia seharusnya memberikan kepercayaan penuh kepada Paulo Dybala agar membuat Messi tidak terlalu terbebani di lapangan.

Tapi kesempatan Argentina untuk lolos ke babak penyisihan masih terbuka sangat lebar. Mereka masih memiliki jadwal tanding melawan Kroasia dan Nigeria.

Comments