Pelatih Meksiko Terinspirasi Oleh Liverpool

Kemenangan fenomenal Meksiko atas Jerman dalam Piala Dunia 2018 telah membuka kisah masa lalu sang pelatih, Juan Carlos Osorio.

Ternyata Osorio pernah menimba ilmu di kota Liverpool, Inggris pada medio 1997. Ia mengambil jurusan ilmu sains sepak bola di John Moores University. Namun ada satu fase dari cerita hidupnya di Liverpool yang sangat menarik.

Ketika ia tinggal di sana, Osorio melewati pusat latihan klub Liverpool di Melwood. Seperti warga lokal lainnya, ia mengintip latihan klub yang pada masa itu sedang dilatih oleh dua manajer sekaligus yaitu Roy Evans dan Gerard Houllier.

Osorio sangat tertarik dengan cara latihan Liverpool. Dan apa yang ia lakukan selanjutnya bisa dibilang mengejutkan.

Ia mengetuk salah satu pintu rumah yang berseberangan langsung dengan lapangan latihan dan meminta ijin untuk meminjam meja buat ia panjat. Setelah meminjam meja, ia menyadari kalau ada kamar di lantai 2 yang arah jendelanya langsung menuju ke lapangan latihan.

“Ada sesuatu tentang dirinya yang tidak bisa dijelaskan. Ia mengetuk pintu rumah kami untuk meminjam meja yang akan ia panjat demi bisa berdiri lebih tinggi dari dinding di lapangan dan lima hari kemudian ia tinggal di sini,” ucap Peter, anak dari pemilik rumah itu.

Dari yang awalnya hanya berada di situ sebagai tamu, Osorio akhirnya diterima oleh pemilik rumah untuk tinggal di sana.

“Setelah saya berbicara dengan mereka, saya diijinkan tinggal di sana dan bisa melihat Liverpool latihan setiap hari,” jelas Osorio.

Sebagai seorang pelatih, Osorio sangat mengagumi dua pelatih hebat yang ternyata bisa bersatu untuk melatih Liverpool. “Itu adalah pengalaman yang langka untuk melihat dua pelatih hebat, Roy Evans dan Gerard Houllier dalam sebuah tim profesional.”

Osorio juga mempelajari kombinasi taktik dari keduanya yang telah memberinya inspirasi dalam melatih.

“Evans dikenal dengan taktik menyerang bergaya vertikal sedangkan Houllier telah menginspirasi perkembangan sepak bola Prancis sekaligus memberikan gaya taktik yang berbeda. Mereka adalah kombinasi yang unik. Sangat spesial,” ujar pelatih berumur 57 tahun itu.

Comments