Jorge Campos Hampir Menjadi Penyerang di Piala Dunia 1994

Penjaga gawang Meksiko yang terkenal karena seragamnya yang mencolok dan kemampuannya mengolah bola layaknya pemain non-kiper, masih tidak percaya bahwa FIFA melarang para penjaga gawang bermain sebagai pemain outfield.

Saya mendesain semua seragam saya sebagai penjaga gawang dengan seorang teman di Acapulco, dan kemudian kami memesan untuk dibuat khusus.

Saya ingin melakukan sesuatu yang agak berbeda ketika itu, tetapi saya bukan seorang kartunis, jadi saya memintanya untuk menggambarkan ide-ide saya di atas kertas. Kemudian para pemilik merek terkenal mulai menunjukkan ketertarikan – saya lalu bergabung dengan Nike dan kami membuat seragam itu dengan desainer mereka.

Warna-warni adalah sesuatu yang paling saya sukai. Seragam sepakbola sekarang umumnya lebih berwarna-warni sekarang – mungkin itu juga berkat saya; saya jauh lebih maju daripada generasi saya! Namun sejujurnya saya tidak pernah berpakaian dengan warna-warna mencolok dalam kehidupan sehari-hari – terkadang saya pergi ke pesta anak teman-teman saya dan mereka tidak mengenali saya karena saya tidak berpakaian layaknya di lapangan!

Tajam Sebagai Penyerang

Saya sering bermain sebagai striker – ketika kecil, saat remaja, dan kemudian bersama tim utama di Pumas, karena selama dua tahun saya bermain penuh waktu sebagai striker. Adolfo Rios adalah penjaga gawang tim di sana, jadi saya diminta bermain di lini depan dan saya mulai mencetak banyak gol. Pelatih selalu mengatakan pada saya bahwa saya tidak boleh melupakan bahwa saya seorang penjaga gawang. Saya sering menertawakan ucapannya, karena saya adalah top skorer tim ketika itu.

Pada akhirnya, mereka memasang saya kembali di bawah gawang – lucu rasanya, awalnya mereka mengritik pelatih karena memasang saya di depan, kemudian mereka mengritiknya lagi karena memindahkan saya lagi dari lini depan ke belakang!

Saya masih ingat gol pertama yang saya cetak dengan sangat jelas. Kami sedang tertinggal 3-1, saya mencetak gol dan merayakannya seperti orang gila, tetapi tiba-tiba saya menyadari bahwa saya merayakannya sendirian. Rekan-rekan setim berteriak pada saya, “Kita masih tertinggal!” tetapi saya tidak peduli – saya mencetak gol! Saya bermain di kedua posisi tersebut setelah itu. Sulit rasanya berlatih untuk dua posisi yang berbeda. Idealnya, saya lebih suka bermain sebagai kiper di babak pertama dan sebagai striker di babak kedua.

Jorge Campos (kiri), bermain sebagai gelandang dan berduel dengan pemain Belanda Marc Overmars (kanan)

Normalnya, ketika kami sedang tertinggal lah pelatih akan mengubah posisi saya. Saya menikmatinya, dan tidak ada orang lain di sepanjang sejarah yang juga melakukannya. Saya sangat pendek untuk seorang penjaga gawang – hanya sekitar 175cm. Tetapi bermain sebagai striker juga membantu saya sebagai seorang kiper, karena saya kemudian tahu apa yang lawan saya hendak lakukan. Hal itu membuat saya bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat dan menutup sudut pandang lawan – semakin jauh Anda keluar dari gawang, gawang akan terlihat semakin sembit bagi penyerang lawan. Beberapa pelatih menyebut saya mengambil risiko terlalu besar, tetapi cara ini bekerja dengan baik untuk diri saya.

Saya bermain 130 kali untuk Meksiko. Mewakili negara saya adalah hal yang paling indah [dalam karier saya]. Saya pernah mendengar kisah bahwa pelatih [Miguel Mejia Baron] punya ide untuk memainkan saya sebagai penyerang saat melawan Bulgaria pada babak 16 besar di Piala Dunia ’94, tetapi hal itu tidak terjadi. Lalu, pada Piala Dunia 1998, mereka melarang semua penjaga gawang untuk bermain sebagai pemain non-kiper di lapangan. Sulit dipercaya! Rasanya saya akan membicarakannya dengan FIFA suatu hari nanti.

Pengakuan dari Seluruh Dunia

Pertama kalinya saya menjadi bagian dari iklan Nike adalah di iklan untuk Piala Dunia 1994. Ada Eric Cantona, Bebeto, Romario, Paolo Maldini, Tab Ramos, dan saya, dan mereka memproyeksikan kami ke permukaan dinding. Kemudian saya ikut ambil bagian dalam iklan Tim Baik vs Tim Jahat di Colosseum. Itu adalah kali pertama ada iklan komersial seperti itu, melibatkan para pemain dari seluruh dunia. Rasanya luar biasa bisa dikelilingi begitu banyak bintang sepakbola, dan menyadari bahwa mereka mengetahui siapa saya, karena saya tidak pernah bermain di Eropa.  Rasanya begitu spesial bisa berbagi pengalaman itu dengan mereka, dengan Colosseum penuh dengan orang-orang yang menyanyikan nama kami.

Saya tidak bisa pindah ke sebuah klub Eropa karena harga yang diminta oleh tim-tim Meksiko terlalu tinggi. Untungnya, saya selalu diundang ke pertandingan-pertandingan Rest of the World (tim yang diisi para mantan pemain terbaik dunia, biasanya untuk laga amal) – rasanya luar biasa bisa berada di dalam ruang ganti. Tetapi kami semua berbicara dalam bahasa yang berbeda, jadi manajer pun tidak tahu bagaimana caranya berkomunikasi dengan kami!

Saya tidak pernah menyangka saya bisa memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Di Meksiko, saya biasa berkeliling sekitar rumah dan selalu melihat anak-anak mengenakan seragam kiper saya. Dan ke manapun saya pergi ke seluruh dunia, orang-orang tahu siapa saya dan meminta tanda tangan saya – era 90an memberikan sesuatu yang spesial bagi saya.

Jorge Campos, dengan jersey uniknya.

Terkadang saya akan berpura-pura bukan Jorge Campos. Ketika orang-orang mengenali saya, mereka akan sangat terkejut melihat saya di jalanan dan akan mengatakan, “Hey, kamu terlihat seperti Jorge Campos”. Saya akan menjawab, “Ya, orang-orang selalu mengatakan seperti itu”, dan kemudian mereka akan mengatakan, “Tetapi ia lebih tinggi dan lebih kuat.” Saya akan membalasnya, “Dan lebih jelek jug!” Tetapi ketika mereka mendengar saya berbicara, mereka menyadari bahwa saya memang Campos.

Saya sempat menjadi asisten Ricardo La Volpe di Piala Dunia 2006 dan saya sempat berpikir menjadi pelatih. Sekarang, saya menjadi komentator TV. Saya senang melakukannya, karena di sana, Anda tidak pernah salah…

Fitur ini pertama kali muncul di majalah FourFourTwo edisi Februari 2018. Berlangganan sekarang!

Comments