Momen-Momen Gila yang Melibatkan Hooligans Inggris di Turnamen-Turnamen Besar

Bentrok Suporter Inggris dan Rusia di Marseille (2016)

Kejadian besar dan mengkhawatirkan pecah di kota Marseille pada 2016 lalu. Laga pembuka grup B Piala Eropa 2016 yang mempertermukan Inggris dan Rusia menjadi awal dari semuanya. Kerusuhan tersebut dikabarkan terjadi selama tiga hari; dari sebelum laga berlangsung, hari laga berlangsung dan hari setelah laga tersebut usai.

Tak mengherankan jika Piala Dunia tahun 2018 ini, kedatangan fans Inggris di Rusia sangat diantisipasi oleh pihak kepolisian.

Suporter Inggris menendang gas air mata sebelum pertandingan Euro 2016 melawan Rusia di Marseille, Prancis.

Tak hanya rusuh di luar stadion, hooligan Inggris dan fans garis keras Rusia ini pun bentrok di dalam stadion Velodrome, tempat laga antara Inggris dan Rusia berlangsung. Saling injak dan baku hantam terjadi di dalam stadion dan dikabarkan ada puluhan orang yang menderita luka-luka. Pihak UEFA sendiri langsung memberi ancaman diskualifikasi kepada Inggris dan Rusia jika pendukung mereka berbuat ulah lagi.

Kerusuhan di EURO 2016 antara Inggris melawan Rusia di Stade Velodrome, Marseille, 11 Juni 2016.

Tak mengherankan jika Piala Dunia tahun 2018 ini, kedatangan fans Inggris di Rusia sangat diantisipasi oleh pihak kepolisian. Ini dikarenakan adanya kemungkinan gesekan lagi dengan pendukung tuan rumah yang jumlahnya bisa lebih banyak dari tahun 2016 lalu. Apalagi beberapa bulan lalu sempat beredar tayangan video ancaman dari pendukung garis keras Rusia untuk hooligan Inggris yang akan bertandang pada ajang Piala Dunia 2018 ini.

Tersulut Nyanyian di Stuttgart (2006)

Jerman, yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2006 lalu ini juga bukan tanah yang begitu ramah untuk para fans garis keras tim nasional Inggris. Kejadian rusuh ini berawal dari sekolompok fans tuan rumah yang sengaja bernanyi (chanting) dengan lirik “We’re going to Berlin, without England” saat melewati gerombolan fans Inggris yang berada di sana.

Tersulut karena nyanyian tersebut, para pendukung Inggris tersebut mengamuk dan balik menyerang para pendukung Jerman. Padahal, jumlah pendukung Inggris tersebut, menurut laporan The Telegraph, hanya ada 200an orang yang berada di area layar lebar kota Stuttgart. Untungnya, Polisi berhasil membendung massa pendukung Jerman yang jauh lebih banyak agar kerusuhan tak lebih parah. Akhirnya, pihak keamanan menahan 100 lebih suporter yang terlibat insiden ini.

Olef Petersen, juru bicara kepolisian Stuttgart mengungkapkan bahwa, “Saya kira fans Inggris merasa terprovokasi, dan akhirnya beberapa botol dan kursi plastik dilemparkan oleh mereka ke arah pendukung Jerman. Tercatat lima pendukung Jerman terluka dan seorang petugas polisi wanita Jerman pingsan. Wilayah Schlossplatz (tempat digelarnya layar lebar) benar-benar penuh sesak, ada sekitar 40.000 orang lebih di area publik saat itu.”

Bentrokan dengan Tunisia (1998)

Bentrokan di sekitar stadion Velodrome, kota Marseille, pada Piala Eropa tahun 2016 lalu memang bukan yang pertama kali. Tarik mundur ke tahun 1998, saat Piala Dunia dihelat di Prancis, para pendukung garis keras Inggris yang dikabarkan berjumlah 400an orang pernah bentrok hebat melawan suporter Tunisia, warga lokal dan polisi setempat saat itu. Setidaknya ada 32 orang yang mendapatkan luka serius dan sekitar 50 orang ditangkap karena insiden ini.

Kepolisian setempat mencoba untuk menembakkan gas air mata untuk membubarkan beberapa ratus pendukung Inggris dan Tunisia yang terlibat perkelahian. Banyak toko dan fasilitas umum hancur karena berkat inisiden tersebut. Bahkan kerusuhan ini melebar hingga daerah pantai Prado, jauh dari area stadion Velodrome, Marseille.

Perdana Menteri Inggris saat itu, Tony Blair, dengan tegas mengutuk kerusuhan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa, “Mungkin hanya sebagian kecil pendukung saja yang berulah, mungkin ada penggemar tim lain yang terlibat, tapi itu semua bukan alasan. Kami harus menghentikan kejadian memalukan ini,” seperti dilansir dari laman BBC.

Bentrokan dengan Polisi dan Suporter Polandia (1993)

Meski bukan pada ajang putaran final Pinal Dunia ataupun Piala Eropa, namun kejadian ini masih dalam lingkup pertandingan internasional. Inggris bertandang ke Polandia saat itu, dan tercatat sebagai salah satu lawatan skuat The Three Lions dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia pada tahun 1993.

Laman ultras-tifo (yang mengacu dari buku England my England) menceritakan bahwa bentrokan dimulai saat polisi Polandia mulai menyerang segerombolan suporter Inggris terlebih dahulu. Skala penyerangan tersebut memang cukup kecil dan tidak terlalu serius. Namun bentrokan besar dengan saling melempar batu terjadi saat pendukung Polandia bentrok dengan pendukung Inggris di jalur trem menuju stadion. Beruntung, pihak kepolisian berhasil melerai pertikaian ini.

Namun uniknya saat berada di stadion, suporter Polandia malah bertikai dengan polisi, bukan dengan pendukung Inggris yang sebelumnya saling serang di luar stadion. Kejadian di dalam stadion ternyata membuat atmosfir semakin mencekam, apalagi dikabarkan ada satu pemuda yang terbunuh dalam insiden tersebut. Sempat ada gesekan sedikit antara pendukung Polandia dan Inggris di tribun stadion, namun beruntung tidak meluas karena pertikaian antara suporter Polandia dan pihak kepolisian jauh lebih besar saat itu.

Comments