Akhir Pengabdian 25 Tahun Claudio Marchisio di Juventus

Claudio Marchisio, Juventus

Anak kecil yang tadinya bermimpi menjadi pesepakbola sukses di Juventus telah mengubah impian menjadi kenyataan. Lulus dari akademi, Claudio Marchisio terus mengabdi kepada Juventus selama 13 tahun hingga kini dia memasuki pemberhentian terakhirnya bersama Bianconeri (17/8).

“Terima kasih untuk segalanya, Claudio!” tutur kalimat pembuka di laman resmi Juventus (17/08). “Hari ini menandai berakhirnya karier Claudio Marchisio menyusul pemutusan kontrak yang disepakati (Juventus dan Marchisio). Dua puluh lima tahun telah berlalu sejak Claudio mengenakan baju hitam dan putih untuk kali pertama.”

Ya, Marchisio telah mengakhiri perjalanannya di Juventus dengan kontrak yang diputus dan disetujui kedua belah pihak. Pada usia 32 tahun, Il Principino pensiun dengan total 389 pertandingan dan menjadikannya pemain Juventus ke-18 dengan jumlah penampilan terbanyak.

Marchisio telah meraih tujuh titel Serie A, satu Serie B, tiga Piala Super Italia, dan empat Coppa Italia. Ketika Juventus bermain di Serie B, bersama Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon, Marchisio menjadi pengabdi yang loyal hingga akhirnya Juventus bangkit dan kini kembali disegani di Serie A maupun Eropa.

Cedera menghambat perkembangannya dalam beberapa musim terakhir, hingga Massimiliano Allegri tidak menjadikannya pilihan utama di lini tengah Juventus. Belum lagi dengan persaingannya melawan Emre Can, Sami Khedira, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, dan Rodrigo Bentancur dalam merebutkan posisi bermain di lini tengah.

Gaya bermain Marchisio cukup mudah dipahami: pekerja keras yang dapat diandalkan dalam fase bertahan atau transisi bermain kala membangun serangan. Di lini tengah, Marchisio bisa bermain di banyak posisi, mulai dari gelandang sentral, kanan, kiri, hingga gelandang bertahan. Kepergiannya akan dirindukan fans yang belum sepenuhnya move on dari kepergian legenda lainnya, Buffon.

“Pada kenyataannya, kami semua hidup dalam mimpi dan bertarung bersama dengan Claudio. Menyaksikannya tubuh dan menjadi, setelah tahun demi tahun, seorang pria, suami, dan ayah yang menghidupkan Bianconeri,” tambah pernyataan di laman resmi Juventus.

“Akan jadi kehormatan untuk terus mengikutinya, dengan jersey apapun nantinya yang dia kenakan. Untuk jersey hitam dan putih, seperti yang kita semua tahu, akan selalu jadi bagiannya dan juga ceritanya. Terima kasih untuk segalanya, Claudio! Kami mendoakan Anda yang sangat terbaik!”

Comments