IFAB Rilis Peraturan-Peraturan Baru Sepakbola Untuk Musim Depan

Badan asosiasi sepakbola internasional atau International Football Association Board (IFAB) mengadakan Rapat Umum Tahunan yang ke-133 di Aberdeen, Skotlandia pada Selasa (06/03) lalu. Pertemuan tersebut dipimpin oleh presiden asosiasi sepakbola Skotlandia, Alan McRae dan dihadiri oleh perwakilan dari FIFA dan asosiasi sepakbola Inggris, Wales dan Irlandia Utara. Diskusi pada rapat tahunan kali ini difokuskan pada beberapa aspek yang bertujuan menyempurnakan Law of the Game serta penilaian penggunaan Video Assistant Referees (VARs).

VAR causes amusement

Pembaruan lengkap dapat dicek langsung di laman resmi IFAB

Beberapa perubahan Law of the Game dan peraturan baru untuk musim kompetisi mendatang diantaranya berupaya untuk memperjelas menyoal ‘tidak disengaja/tidak disengaja’ atau aktif dan pasif ketika pemain melakukan handsball.¬†Terutama apabila handsball tersebut kemudian menjadi gol.¬†Kedepannya, wasit akan meniup peluit tanda pelanggaran, seandainya handsball tersebut terjadi dalam situasi yang menguntungkan untuk pemain yang bersangkutan.

AFC Cup 2019: Persija denied penalty in controversial referee call

Perubahan lain yaitu terkait pernggantian pemain. Kedepannya, pemain tidak perlu lagi menuju bangku cadangan untuk digantikan oleh pemain lain. Mereka bisa keluar di garis lapangan terdekat, dan pemain lain bisa langsung masuk ke lapangan. Nantinya, pelatih dan ofisial tim juga bisa saja terkena kartu kuning atau kartu merah. Aturan ini menjadi baku, karena sebelumnya mereka hanya diberikan peringatan secara verbal saja oleh wasit.

Selain itu, dropball akan dilakukan apabila dalam pertandingan bola mengenai wasit. Kiper nantinya hanya perlu berada di posisi satu kaki di garis gawang saat menghadapi penalti. Juga ada aturan yang lebih baku terkait dinding pemain saat situasi set-piece untuk para penyerang yang ikut berjaga.

Comments