FITUR: Menelaah Potensi Febri Hariyadi Sebagai Penyerang Tengah

Menghadapi Arema di pekan ke-27 Liga 1 2019. Lini depan Persib Bandung krisis. Kevin van Kippersluis mengalami masalah dengan paha kirinya, dan terancam absen. Sementara Ezechiel N’Douassel dan Esteban Vizcarra mesti absen karena akumulasi kartu. Febri Hariyadi bisa menawarkan jalan keluar untuk pelatih Robert Alberts.

Persib sebelumnya sempat mengalami situasi yang serupa. Kala itu Esteban Vizcarra kemudian digeser untuk bermain sebagai ujung tombak serangan. Namun hasilnya kurang maksimal, karena mobilitas Vizcarra justru membuat Persib tidak memiliki penyelesai peluang. Pemain naturalisasi itu lebih banyak bergerak untuk membuka peluang.

“Ezechiel mendapatkan kartu kuning dan dia akan meninggalkan klub ke Afrika bersama timnas, jadi dia tidak akan bisa bermain melawan Arema dan saat kembali, juga tak bisa bermain melawan Barito Putera. Jadi saya harus mulai berpikir untuk laga berikutnya, karena kami kemungkinan akan bermain melawan Arema tanpa empat sampai lima pemain utama kami,” tutur Robert dilansir laman Bolacom.

Dari komposisi tim, tersisa pemain belia Julius Josel. Karena dua penyerang belia lain, Muchlis Hadi dan Wildan Ramdhani sudah dipinjamkan ke klub afiliasi Persib di Liga 2, Blitar Bandung United. Keadaan yang sulit, apalagi mengingat Maung Bandung kini berada dalam tren positif, dan mereka berpeluang untuk terus merangsek ke papan atas klasemen.

Selalu ada secercah harapan dalam situasi tersulit sekalipun. Robert Alberts bisa mencoba banyak opsi untuk timnya. Salah satunya adalah menempatkan pemain sayap Febri Hariyadi sebagai penyerang tengah.

Penampilan dan catatan gol Febri Hariyadi sejauh ini memang membuat ide ini tidak terdengar gila. Ketika artikel ini ditulis, pemain yang akrab disapa Bow ini sudah mencetak 9 gol. Jumlah yang sama dengan yang dibuat oleh Ezechiel. Belum lagi catatan empat asis, semakin melengkapi penampilan cemerlang Bow sepanjang Liga 1 musim ini.

Raihan 9 gol Bow ini merupakan catatan terbaiknya di kompetisi resmi. Jauh lebih banyak dari dua musim sebelumnya. Pada Liga 1 edisi perdana, ia mencetak tiga gol, sementara pada musim lalu, ia hanya membuat sebiji gol.

Bahkan, seperti yang dicatat oleh Simamaung, perolehan 14 gol Bow di kompetisi Liga kini sudah menyamai catatan milik dua pemain asing yang sempat memperkuat Persib yaitu, Makan Konate dan Redouanne Barkaoui. Ia hanya terpaut satu gol saja untuk menyamai catatan milik para legenda yaitu Robby Darwis, Muhammad Ridwan, dan Eka Ramdani.

Untuk mengetahui potensi Bow dimainkan sebagai juru gedor serangan, tentu mesti diulas bagaimana aspek positif dan negatif pemain berusia 23 tahun ini apabila ditempatkan sebagai penyerang tengah.

All the BEST GOALS from AFC Champions League 2019: TOP TEN

Comments