FITUR: Menelaah Potensi Febri Hariyadi Sebagai Penyerang Tengah

(+)

Kelebihan utama Bow adalah kecepatannya. Penulis sendiri pernah mengungkap bahwa kecepatan dari pemain kelahiran Bandung ini bisa mencapai 31.5 kilometer/jam. Angka ini hanya sedikit di bawah para pemain dengan kecepatan yang dashyat seperti Cristiano Ronaldo, Theo Walcott, dan Gareth Bale.

Dalam sebuah obrolan dengan salah satu pemain bertahan di kompetisi Liga 1 yang enggan disebutkan namanya, dalam situasi prima dan top speed, menurut sang pemain, sebenarnya hampir mustahil untuk mengejar Febri. Tetapi sang pemain kemudian menyebut bahwa ada hal yang membuat akhirnya daya ledak Bow sering tidak maksimal. Ini akan dibahas di bagian selanjutya.

Kelebihan Bow apabila dimainkan sebagai penyerang tengah adalah ia bisa menggunakan kedua kakinya. Kaki andalan pemain yang memulai debut untuk tim utama Persib di gelaran Piala Jenderal Sudirman ini adalah kiki kiri. Akan tetapi, sewaktu-waktu ia juga lihai untuk menggunakan kaki kanannya.

Bisa menggunakan kedua kaki sama baiknya tentu merupakan hal yang bagus untuk penyerang. Karena dalam situasi tertentu, penyerang akan kesulitan mencetak gol karena berada dalam posisi yang tidak ideal dengan kaki terkuatnya. Karena Febri bisa menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, idealnya, ia bisa menyelesaikan peluang dalam situasi yang sulit sekalipun.

Salah satu bukti terbaik tentu adalah gol spektakuler yang ia lesakan ke di ajang SEA Games 2017. Kala itu Bow menembak bola dari jarak jauh dengan kaki kanannya. Yang terbaru, di laga terakhir Maung Bandung melawan PSIS Semarang, Bow mengeksekusi penalti di situasi yang menegangkan dengan kaki kanannya.

Khusus gol penalti ke gawang PSIS. Bow menggunakan kaki kanan untuk menembak bola bukan saja menunjukkan bahwa kedua kakinya sama-sama andal. Tetapi juga bisa menjadi bukti lain bagaimana ia memiliki kepercayaan diri yang baik untuk mengeksekusi penalti di situasi genting. Ia memilih menggunakan kaki yang bukan andalannya untuk menembak bola.

Kepercayaan diri bagi seorang penyerang menjadi penting karena ia mesti tidak gentar berhadapan dengan para pemain bertahan lawan, yang dengan segala upaya akan menghentikan pemain tersebut. Pada laga melawan PSIS, setidaknya Febri menunjukkan kepercayaan diri tersebut.

 (-)

Beralih ke aspek kekurangan seandainya Febri Hariyadi ditempatkan sebagai penyerang. Mau tidak mau tinggi badan Bow yang hanya 167 cm akan menjadi permasalahan besar. Karena ia akan berhadapan dengan para pemain bertahan lawan dengan tinggi menjulang seperti Willian Pacheco atau Aaron Evans, misalnya. Bow jelas akan kesulitan dalam duel udara.

Sebenarnya teknik dasar Bow termasuk salah satu yang terbaik bagi para pemain seusianya. Tetapi ada salah satu kekurangan yang bahkan bukan pendukung Persib saja yang menyadari, tetapi juga publik sepakbola negeri ini. Bow memiliki masalah akut dalam pengambilan keputusannya di lapangan.

Fenomena yang sering terjadi adalah, Bow sering terlihat kesulitan ketika sudah berada di area pertahanan lawan. Ia seakan bingung untuk memilih antara memberikan umpan atau terus menggiring bola, dan melewati lawan. Situasi lainnya, antara mengoper kepada lawannya yang lebih bebas atau langsung menembak bola. Hal ini cukup sering terjadi.

Bahkan pada pertandingan terbaiknya musim ini, ketika ia mencetak dua gol ke gawang Persebaya Surabaya, ada satu momen di mana Bow membuat keputusan yang kurang tepat. Alih-alih langsung memberikan umpan, ia memilih untuk menggiring bola terus hingga garis tepi.

Soal pengambilan keputusan ini tentu menjadi penting bagi penyerang. Karena otaknya mesti bereaksi dengan cepat, terutama ketika terdesak dikepung oleh para pemain lawan. Atau dalam situasi mesti menyelesaikan peluang dalam celah yang sempit.

Meskipun sebenarnya, soal pengambilan keputusan ini bisa terus terasah seiring dengan pengalaman bertanding yang semakin banyak.

***

Banyak fenomena ketika para pemain sayap kemudian beralih posisi menjadi penyerang tengah. Semua mengenal bagaimana Thierry Henry dan Robin van Persie bertransformasi menjadi penyerang. Bow bisa saja mengalami kejadian yang serupa.

Meskipun mungkin Bow bukan akan memainkan peran seperti Henry atau Van Persie. Ia bisa memainkan peran yang serupa dengan penyerang Wolverhampton Wanderers, Diogo Jota. Keduanya sama-sama bertubuh mungil, dan punya kecepatan. Ia menjadi penopang untuk penyerang Meksiko, Raul Jimenez. Atau bagaimana Maurizio Sarri memaksimalkan Dries Mertens yang bertubuh kecil jadi penyerang tengah Napoli beberapa musim lalu.

Tapi apapun kondisinya, Robert Alberts tentu lebih mengetahui kondisi para pemainnya di lapangan dan saat pelatihan. Entah siapapun yang akan jadi penyerang tengah dadakan Persib nanti, menarik untuk ditunggu bagaimana coach Robert mengakali krisis penyerang ini.

Comments