Kaki-kaki Cepat Irfan Jaya, Jagoan Dari Bantaeng

*Dari Irfan Jaya seperti yang diceritakan kepada Aun Rahman

Satu stadion masih tetap bergemuruh, meskipun saat itu kami tertinggal dari Palestina. Semua upaya dilakukan untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-23, selepas sepak pojok kami berhasil dimentahkan, Zulfiandi mengirimkan kembali bola rebound tersebut ke jantung pertahanan lawan. Bola jatuh di kaki saya, melewati satu pemain, dan langsung menembak. Bola meluncur mulus, dan Gol!

Setelah gol terjadi, situasi semakin menggelora. Tapi benak Saya melayang jauh. Bukan saja karena gol yang saya cetak untuk bisa menyamakan kedudukan. Tetapi saya juga masih tidak percaya bagaimana anak kampung seperti saya bisa bermain untuk timnas Indonesia, di stadion besar, di pentas internasional.

Bantaeng, Awal Mula Segalanya

Meskipun dulunya merupakan wilayah Kerajaan, bahkan tercantum di kitab Negarakertagama, Bantaeng bukanlah kota besar di Sulawesi Selatan. Jarak dari Makassar ke Bantaeng hampir mencapai 130 kilometer. Kebanyakan warga di sini berprofesi sebagai petani. Tetapi saya memiliki mimpi yang sama dengan banyak anak lain, menjadi pesepakbola dan bermain untuk tim kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar.

Ada alasan mengapa ada begitu banyak petani di Bantaeng. Pegunungan Lompobottang yang melewati daerah ini membuat tanahnya subur. Tetapi di pengunungan tersebut justru kecepatan dari kaki-kaki saya terus terlatih karena sering berlarian di dataran tinggi.

Comments