Kaki-kaki Cepat Irfan Jaya, Jagoan Dari Bantaeng

Satu Keajaiban Lagi

Asian Games merupakan mimpi yang jadi kenyataan. Bulu kuduk saya bahkan selalu merinding seketika mendengar kata ‘timnas’ bahkan hingga hari ini.

Sementara itu situasi di klub agak sulit. Kami tidak tampil bagus, bahkan sempat berada di posisi beberapa strip saja dengan zona degradasi. Apalagi saya mesti pulang pergi karena juga membela tim nasional. Tim juga mengalami pergantian pelatih. Saya saat itu tidak memiliki banyak ekspektasi, hanya berharap tim bisa tetap bertahan di Liga 1.

Pelatih baru datang, sosok ini legendaris, sudah pernah juara sebagai pemain dan pelatih. Pada awalnya saya takut coach Djadjang Nurdjaman tidak akan terlalu melirik saya. Apalagi saat itu saya juga lebih banyak bertanding untuk tim nasional.

Bersama pelatih baru, tim pada awalnya masih juga sulit keluar dari tren negatif. Suatu waktu, pelatih dan manajemen mengumpulkan pemain. Mereka bilang segala sesuatunya mesti diubah menjadi lebih baik sejak hari itu. Para suporter, Bonek, juga tetap memberikan dukungan terbaiknya kepada kami.

Akhirnya, secara mengejutkan, setelah awalan yang buruk, Persebaya Surabaya bisa berakhir di peringkat kelima klasemen akhir Liga 1 2018.

Keajaiban lain, yang terjadi kepada saya.

***

Saya selalu ingat hari-hari saya bermain di Bantaeng. Berlarian dan bermimpi untuk menjadi pesepakbola. Pencapaian saya saat ini jelas di luar dugaan saya, banyak hal terjadi yang tidak diperkirakan sebelumnya. Saya yang hanya pemuda kampung bisa bermain kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia, bahkan sampai bisa membela tim nasional.

Tapi saya tidak akan terhenti di sini. Masih banyak hal yang ingin saya capai, dan saya terus berlari untuk pergi ke sana.

 

 

(Kredit Foto: Indra Prabu)

Comments