Klopp tolak Liverpool disebut ‘underdog’

Jurgen Klopp tak sepakat bila Liverpool disebut sebagai tim underdog di final Liga Champions nanti. Ia mengatakan bahwa tak seharusnya melupakan sejarah yang telah dibuat The Reds.

Jurgen Klopp tak menampik bahwa Real Madrid adalah favorit juara di final Liga Champions musim ini. Namun, ia juga mengatakan bahwa sejarah yang telah dicatat Liverpool menegaskan timnya bukanlah underdog.

Dua tim itu akan bentrok di Sabtu (26/5) akhir pekan depan dan akan dipandang sebagai partai yang diantisipasi setelah perkembangan masing-masing tim.

Tim bertabur bintang milik Zinedine Zidane saat ini mengincar piala Liga Champions keempatnya dalam lima musim. Sementara The Reds, mementahkan prediksi orang dengan mencapai final di dua musim partisipasi dalam delapan tahun terakhir.

Klopp pernah dikalahkan Madrid saat menukangi Borussia Dortmund di tahun 2013 lalu. Namun, dirinya mengaku terinspirasi dari kemenangan bersejarah klub di tahun 2005.

“Ya, (Madrid) adalah favorit, mereka tahu segalanya, mereka bisa menuliskan naskahnya (sejarah) karena mereka penuh pengalaman dengan empat kali dalam lima musim,” ujar pelatih asal Jerman itu.

“Hanya ada tiga klub yang mendominasi dalam beberapa tahun terakhir, dan kami saat ini menghadapi salah satunya. Aku tidak memiliki masalah dengan situasi ini dan tidak merasa sebagai underdog.”

“Liverpool juga tak diunggulkan di tahun 2005 (melawan AC Milan), dan saat itu telah kalah 0-3.”

“Sejujurnya, kami menyukai peran ini. Kami suka dengan situasi dan kami sedang dalam momen bagus. Real Madrid adalah tim yang memiliki kualitas terbaik dan sedang mengincar tiga gelar juara dalam tiga tahun, tetapi kami adalah Liverpool. Itu yang harus tak dilupakan.”

Saat Klopp mengincar tropi pertamanya semenjak datang di Anfield, ia percaya laga itu akan dipengaruhi banyak motivasi.

“Pada akhirnya, ini adalah tes bagi orang yang harapannya besar. Real memiliki skuat yang hampir sama saat memenangkan ini (tahun lalu), dan itu sangatlah jarang.”

“Mereka ingin melakukannya lagi tetapi kami harus menghentikannya. Dalam final, terima kasih Tuhan, semuanya bisa terjadi.”

Comments