Fandi Ahmad berharap Singapura seperti Home United

Pasca ditunjuk menjadi pelatih kepala timnas Singapura, Fandi Ahmad berharap The Lions bisa memperlihatkan semangat serupa yang ditunjukkan Home United di Piala AFC.

Ada dua hal menarik di sepak bola Singapura akhir-akhir ini. Pertama, Fandi Ahmad ditunjuk sebagai pelatih interim tim nasional dan kedua, Home United berhasil menguasai arena sepak bola paling intimidatif di seluruh Asia, Gelora Bung Karno, setelah menjungkalkan Persija Jakarta. Keduanya terhubung.

Tak bisa dipungkiri bahwa Fandi, legenda hidup sepak bola Singapura, akan menjadi pelatih negaranya cepat atau lama. Sama seperti Steven Gerrard, yang kini memulai karier manajerialnya di Rangers, akan menjadi pemimpin Liverpool di masa depan. Seperti takdir yang telah ditentukan.

Tak ada yang perlu mengatakan lagi bahwa sepak bola di Singapura sedang surut-surutnya dan timnasnya menjadi simbol dari itu. Cara mereka bermain di babak grup kualifikasi Piala Asia 2019 sudah cukup burul. Mereka hanya meraih dua poin dan berakhir di posisi tujuh di belakang Taiwan—tim yang bisa dikalahkan Lions dengan mudah.

Terlalu optimis untuk mengatakan bahwa sepak bola Singapura hanya punya satu cara untuk maju dan hal itu telah habis. Tak banyak yang optimis terhadap Kota Singa itu hari-hari ini: mengalami jalan mediokritas dan sikap abai akan membuatnya semakin buruk.

Ada banyak isu di seputar sepak bola negara ini, tetapi jika ada hal bagus yang menyuntikkan proses itu, ialah Fandi. Setidaknya itulah yang ia katakan terkait rencananya di konferensi pers pertamanya, Rabu (16/5).

“Kami tak melakukan hal-hal bagus beberapa tahun terakhir, ini bukanlah hanya tentang sepak bola, tetapi tentang harapan, yang kupikir terlalu kecil,” ujar Fandi. “Aku bisa memotivasi mereka, aku telah melakukannya beberapa kali. Aku mengenal mereka, dan jika mereka merendahkan hati dan menaruh jiwa sepenuhnya terhadap hal ini, mereka bisa melakukannya. Secara teknis, mungkin kami tak bisa menyaingi (lawan kami), tetapi disiplin, dedikasi, dan determinasi adalah hal yang akan menjadi fokusku.”

Untuk pelatih interim yang tak memiliki banyak waktu, hanya sedikit hal yang bisa ia harapkan untuk mengembalikan perjuangan, semangat, dan harapan yang pernah ia berikan untuk Singapura. Hal itu tak akan masalah besar, tetapi setidaknya dibutuhkan satu langkah kecil.

Fandi akan sangat senang dengan kemenangan hebat Home United, Selasa (15/5) sore lalu. Tim divisi teratas Liga Singapura itu telah unggul dari Persija Jakarta 3-2 di leg pertama dan mengetahui akan ada tes sesungguhnya di pertandingan selanjutnya. Gelora Bung Karno adalah salah satu stadion paling ikonik di Asia. Dengan lebih dari 60.000 orang di dalamnya, atmosfer yang diciptakan para fans harus dirasakan oleh semua orang yang tertarik dengan sepak bola Asia. Namun untuk pemain, hal itu bisa sangat menyulitkan.

Pelatih Home, Aidil Sharin mengatakan pada pemainnya untuk terus bertarung. “Kami harus mengambil langkah positif meski kami bermain di hadapan 70.000 atau 100.000 orang. Dengan itu, aku berharap mereka terinspirasi dan melihat ke depan sebagai pesepak bola, tanpa fans, tak ada sepak bola yang bagus.”

Pemainnya berhasil menunjukkan percikan api. Meski kadang-kadang terasa panik, Home datang ke Indonesia dan berhasil menang 3-1 di leg kedua, salah satu hasil bagus yang didapat klub Singapura beberap tahun ini. Ada penampilan yang penuh keinginan untuk menang dan determinasi. Performa seperti ini yang diinginkan Fandi untuk tim nasionalnya.

Jika Home datang ke Jakarta dan menang, maka ada harapan untuk Singapura. Jika Fandi bisa mendapatkan performa yang sama untuk Lions seperti yang dilakukan Aidil bagi The Protectors, maka ada hal buruk yang bisa dibalik. S-League mungkin penuh keputusasaan, timnasnya mungkin juga berada di posisi buruk, namun Home menunjukkan semangat dan gairah untuk membuat suatu hal besar terjadi.

Hal itu tidak akan terpenuhi dengan sendirinya, memang, dan ada banyak pertanyaan mengapa Fandi merupakan pelatih temporer dan tak diberikan jabatan tetap. Tetapi, ada banyak percikan kecil dalam sepak bola Singapura dan hal mulai terlihat dari sorot mata Fandi. Legenda Singapura itu sekarang sedang menanggung beban berat untuk mengembalikan harga diri tim nasionalnya dan klub-klub Singapura harus mendapatkan hasil bagus di luar negeri. Itu menunjukkan semangat dan pertarungan yang ditunjukkan oleh Singapura ketika memenangi Piala Tiger dan Piala AFF lalu.

Mungkin akan masih sangat berat bagi Singapura di Piala AFF 2018, tetapi beberapa hari belakangan menunjukkan apa yang akan terjadi di helatan regional akhir tahun ini. Singapura akan akan bertarung hingga akhir dan tidak akan mudah menyerah. Home United telah memberitahu Fandi bagaimana caranya.

Comments