Jika Indonesia Bermain di Piala Dunia, Siapa Saja Pemain yang Harus Mewakili Timnas Kita?

Mari berandai-andai: jika Indonesia bisa bermain di Piala Dunia dan mengumpulkan para pemain terbaiknya dari dulu hingga sekarang, siapa yang kira-kira pantas membela Merah Putih?

Lembaga tertinggi sepakbola internasional, FIFA, memang mengakui Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia 1938 silam. Namun karena masih memakai nama Hindia Belanda dan belum merdeka, maka sejatinya Indonesia sebagaimana yang kita ketahui saat ini, sesungguhnya belum berpartisipasi di dalamnya. Kami mencoba berandai-andai jika Indonesia mengikuti Piala Dunia lengkap dengan formasi ofensif 4-3-3 yang berisi para pemain terbaik nusantara dari masa ke masa:

Maulwi Saelan

Agak sulit menentukan posisi kiper ini. Meski kiper timnas cukup banyak, tapi ada dua nama yang cukup mencolok, yaitu Maulwi Saelan dan Ronny Pasla. Nama Saelan sangat bersinar ketika Indonesia berpartisipasi di Olimpiade 1956. Sedangkan nama Ronny pasla melambung saat menahan tendangan penalti Pele saat Brazil beruji tanding melawan Indonesia pada tahun 1972 silam.

Aji Santoso

Pria yang kini menjadi pelatih klub Liga 1, Persela Lamongan, ini dulunya adalah bek kiri andal yang kemampuannya di atas rata-rata. Kecepatannya dalam menyisir sisi kiri pertahanan sendiri maupun pertahanan lawan ditopang juga dengan kemampuan mengirimkan umpan-umpan silang yang memanjakan lini serang timnas Indonesia di masanya.

Hery Kiswanto

Sumber foto: Bola

Akang Herkis, sapaan akrab Hery kiswanto adalah tipikal pemain bertahan cerdas yang mampu menjaga kedalaman tanpa harus berbuat kasar ataupun kotor. Buktinya, sepanjang ia berkarier sebagai bek, Herkis hanya sekali mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil lapangan. Prestasinya yang cukup terkenal adalah saat menyabet medali emas sepakbola di SEA Games 1987 lalu.

Robby Darwis

Tidak seperti Herkis yang bermain elegan, Robby Darwis jauh lebih lugas saat di lapangan. Mempunyai badan yang menjulang tinggi dan besar ini menguntungkan Robby Darwis saat berduel bola-bola atas. Robby Darwis yang merupakan legenda klub Persib Bandung ini adalah langganan timnas di era akhir 80an hingga awal 90an dan berhasil menyabet emas SEA games cabang sepakbola pada 1987 dan 1991 lalu.

Simson Rumahpasal

Legenda Persija Jakarta dan tim nasional ini adalah langganan bek kanan skuat Garuda era 70an dulu. Pengalamnnya bertanding tak usah diragukan, karena ia sendiri pernah berhadapan langsung dengan maestro sepakbola Belanda, Johan Cruyff di lapangan meski hanya dalam sebuah laga persahabatan.

Evan Dimas

Anda boleh setuju ataupun tidak. Anda boleh juga berpendapat banyak nama senior dan legenda tim nasional Indonesia lain yang layak mengisi gelandang tengah ini. Namun kami berpendapat nama Evan Dimas cukup layak karena kemampuannya yang luar biasa. Selain itu juga Evan cocok mewakili generasi muda harapan bangsa di masa depan.

Ronny Pattynasarani

Pria kelahiran Makasssar ini adalah salah satu maestro sepakbola Indonesia di masanya. Terlahir dari keluarga yang juga pesepakbola (ayahnya) Ronny kecil memang berhasrat untuk bisa menjadi pemain besar. Saat periode jayanya, ia yang menjadi playmaker timnas Indonesia pernah sekali dipuji oleh Johan Cruyff karena mampu merpotkan pertahanan Washington Diplomat saat itu.

Zulkarnain Lubis

Jauh sebelum Tugiyo mendapatkan julukan Maradona dari Porwodadi saat bersinar bersama PSIS Semarang di era 90an, julukan Maradona dari Indonesia adalah milik Zulkarnain Lubis. Gelandang serang asal Binjai, Sumatera Utara ini bersinar di level Piala Champiosn Asia saat membela Krama Yudha Tiga Berlian dan mendapatkan julukan tersebut. Ia juga merupakan dirijen lapangan tengah timnas saat bermain hingga semifinal Asian games 1986 di Korea Selatan dulu.

Ramang

“Bek-bek uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil, melewati dua dari mereka dan memaksa (kiper Lev) Yashin melakukan penyelamatan dengan tepisan,” demikian tulis FIFA dalam artikelnya. “Pemain berusia 32 tahun (Ramang) hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakal menjadi puncak kejutan, pada menit ke-84 andai saja tendangannya tidak ditahan pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola,” lanjut FIFA.

Kehebatan Ramang memang bukan bualan. Ia sendiri terpilih menjadi pemain paling menginspirasi bagi kesuskesan Indoneisa di tahun 50an oleh laman resmi FIFA. Bahkan mantan klub Ramang, PSM Makassar pun masih menggunakan nama dirinya sebagai julukan tim.

Soetjipto Soentoro

“Kau, Gareng, lawan si Belanda itu. Tunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu bangsa besar.” ujar Bung Karno.

Perkataan presiden pertama RI tersebut melegenda dan selalu diceritakan jika mengenang Soetjipto Soentoro ini. Gareng, panggilan Soetjipto ini adalah pesepakbola dengan kemampuan tinggi selevel pemain Eropa. Pelatih Werder Bremen, Herr Brocker pun sampai menawari Gareng untuk bermain di timnya saat itu. Gareng jua tercatat sebagai pencetak gol terbanyak (57 gol) untuk timnas baik di laga resmi maupun tak resmi.

Bambang Pamungkas

Jika Gareng adalah pencetak gol terbanyak, ini dia pemain terbanyak tampil untuk timnas Indonesia. Bambang Pamungkas alias BP20 mengenyam 85 kali penampilan dan 42 gol baik di laga resmi maupun tak resmi. BP20 adalah idola masyarakat Indonesia dan juga legenda bagi klub ibukota, Persija Jakarta.

Comments