5 Tim dengan Jumlah Operan Terendah di Fase Grup Piala AFF 2018

Sepak bola adalah olahraga kolektif dan salah satu aspek terpenting di dalamnya adalah mengoper bola. Dengan berakhinya fase grup Piala AFF 2018, mari melihat kembali sisi lain darinya – tim-tim dengan jumlah operan terendah.

Berdasarkan statistik dari Opta, berikut lima tim dengan jumlah operan tersedikit di fase grup:

1. Laos (759 operan)

Laos hadir di turnamen sebagai salah satu underdog (non-unggulan). Tidak salah, tidak ada kejutan dari mereka di Piala AFF edisi terkini karena mereka menyelesaikan perjalanan tanpa satupun kemenangan di grup A.

Meskipun perjalanan mereka berakhir buruk, ada catatan bagus di lini depan di mana mereka bisa mencetak tiga gol.

Kendati demikian, pendekatan gaya bermain mereka dapat dianggap sangat konservatif karena mereka hanya mencatatkan 759 operan dari total empat pertandingan, bahkan tidak mencapai 1000 operan.

Catatan itu menjadikan mereka tim ‘terbaik’ dengan jumlah operan terendah di turnamen.

2. Timor Leste (1.172 operan)

Timor Leste mengikuti turnamen sebagai salah satu tim terkecil di bagian Asia Tenggara.

Meski begitu, dengan status itu dan fakta bahwa mereka tidak mampu meraih satupun kemenangan di grup B, mereka memperlihatkan secercah harapan dan perkembangan dengan gaya sepak bola yang mereka miliki, dengan lini depan yang hanya sekali gagal mencetak gol melawan Thailand.

Namun, distribusi bola mereka harus dikembangkan karena mereka menempati urutan kedua (terendah) dari sisi operan sukses dengan hanya catatan 1.172 operan.

3. Singapura (1.304 operan)

Singapura_INdonesia_AFF SUZUKI CUP

Timnas Singapura tersingkir di babak terakhir grup pasca kalah telak (0-3) melawan Thailand di laga tandang.

Kekalahan tipis 0-1 melawan Filipina di Bacolod (di laga kedua grup B) berpengaruh kepada perjalanan Singapura, meskipun mereka sempat menang (6-1) atas Timor Leste, sebelum malam penentuan di Bangkok.

Tapi, apa yang menarik dengan gaya bermain Singapura adalah permainan direct (langsung) mereka yang menempatkan Singapura di urutan ketiga, dalam kaitannya dengan jumlah operan terendah di fase grup.

Guna mengarahkan pada poin tersebut, pengoper-pengoper top The Lions – gelandang, Izzdin Shafiq (169 operan) dan Safuwan Baharuddin (162 operan) menempati urutan 24 dan 26 dari segi operan yang dilakukan individu pemain.

4. Thailand (1.614 operan sukses)

Satu-satunya tim yang mencapai semifinal, dan salah satu favorit untuk memenangi turnamen, menariknya, War Elephants adalah salah satu tim dengan jumlah operan sukses terendah.

Berbicara secara statistik, operan sukses sebanyak 1.614 yang mereka lakukan ada di urutan tujuh. Tapi, meskipun punya angka yang relatif rendah terkait dengan operan tersebut, patut dicatat bahwa mereka punya jumlah mencetak gol terbanyak di turnamen dengan torehan 15 gol.

Catatan itu mengindikasikan bahwa War Elephants memiliki level efisiensi tertinggi ketika itu berkaitan dengan distribusi bola yang terarah untuk menciptakan kesempatan mencetak gol.

Itu juga menunjukkan bahwa banyak mengoper bola tidak menjamin kesuksesan, dan juga memperlihatkan bagaimana sebuah tim memaksimalkan distribusi bola untuk menciptakan dan mengonversi peluang menjadi gol.

5. Indonesia (1.660 operan)

Piala AFF 2018 adalah turnamen yang seharusnya dilupakan Indonesia, karena mereka tersingkir dengan hanya catatan satu kemenangan di penyisihan grup.

Kala berurusan dengan jumlah operan, Tim Merah Putih ada di papan bawah klasemen, di peringkat enam.

Operan sukses sebanyak 1.660 yang mereka selesaikan datang dari lini belakang dan lini tengah, dengan gelandang Indonesia, Evan Dimas (Darmono), mencatatkan 231 operan dan bek Indonesia, Hansamu Yama Pranata sebanyak 225 operan, menjadikan mereka yang terdepan dari statistik yang dikombinasi dari 27 persen operan total yang dilakukan seluruh pemain tim.

Comments