5 Pemain Muda Paling Ditunggu di Piala Asia 2019

24 Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Piala Asia U-23

SUPACHAI JAIDED (THAILAND)

Thailand selalu jadi yang terdepan dalam urusan sepak bola, terutama untuk Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari bagaimana kualitas dari skuad timnas mereka yang terjaga sebab regenerasi yang berjalan mulus.

Selain Teerasil Dangda atau Adisak Kraisorn yang bakal menjadi tumpuan lini depan Thailand, pada Piala Asia 2018 ini mereka turut memboyong striker muda mereka yaitu Supachai Jaided. Pemain berusia 20 tahun tersebut siap membukitkan kualitasnya sebagai striker jempolan.

Supachai memulai debutnya di timnas senior pada Oktober 2018. Ia juga jadi bagian penting timnas Thailand di Piala AFF 2018. Sebanyak tiga gol sukses ia catatkan pada ajang pesta sepak bola negara Asia Tenggara tersebut.

Sebelumnya Supachai Jaided juga sukses membawa Timnas Thailand U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2015. Di level U-19, ia mengepak total 16 kali penampilan dan mencetak 7 gol. Sementara di level senior, pemain Buriram United tersebut telah mengepak 8 caps dan mencetak 3 gol.

Meski mungkin ia takkan jadi pilihan utama pelatih, Supachai Jaided bisa jadi senjata rahasia skuat Gajah Perang di ajang Piala Asia 2019. Bukan tidak mungkin pemain bernomor punggung 22 tersebut tampil mengejutkan di turnamen ini.

NGUYEN QUANG HAI (VIETNAM)

Vietnam punya modal berharga jelang tampil di Piala Asia 2019. Salah satunya yakni pemain muda mereka Nguyen Quang Hai. Pemain yang bersinar dan sukses membawa Vietnam menjadi juara Piala AFF 2018.

Tahun 2018 memang jadi tahun milik Nguyen Quang Hai. Bagaimana tidak? Pemain berusia 21 tahun tersebut sukses tampil memukau pada ajang Piala Asia U-23 yang diadakan pada awal tahun 2018. Pada turnamen tersebut ia membawa Vietnam melaju hingga babak final sebelum ditumbangkan Uzbekistan.

Lalu Nguyen Quang Hai juga sukses mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2018 dengan menumbangkan Malaysia dengan agregat 3-2. Pada turnamen tersebut, pemain yang membela Ha Noi FC itu terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.

Cemerlangnya penampilan bertubuh mungil tersebut diharapkan bisa terus belanjut pada ajang Piala Asia 2019. Kecepatan dan kreativitas Nguyen akan jadi motor penggerak Vietnam. Selain itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah dan serang tersebut juga piawai dalam mencari celah untuk mencetak gol.

Selain diberkati kemampuan passing yang baik, kualitas finishing sang pemain juga tak perlu diragukan. Hal itu telah ia buktikan pada ajang Piala AFF 2018 di mana ia sukses mencetka 5 gol sepanjang turnamen.

ODILJON HAMROBEKOV (UZBEKISTAN)

Pemain muda asal Uzbekistan ini menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Uzbekistan dalam merenngkuh gelar juara Piala Asia U-23 pada 2018. Bahkan Harombekov juga sukses menyabet gelar pemain terbaik pada turnamen tersebut.

Harombekov masuk dalam jajaran skuad White Wolves – julukan Uzbeksitan – untuk Piala Asia 2019. Tidak mengherankan, sebab keunggulan skill individu dan visi bermain yang baik akan jadi senjata yang dibutuhkan oleh Uzbekistan.

Pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut juga sangat versatile, dan bisa dimainkan di tiga posisi berbeda. Selain handal sebagai gelandang tengah, pemain yang membela klub Nasaf Qarshi tersebut juga bisa diplot sebagai  gelandang bertahan dan centre back.

Hamrobekov memulai debutnya di timnas yakni di level usia 17 tahun pada 2013. Saat membela Timnas Uzbekistan U-17, ia mengepak 12 caps dan mencetak satu gol. Empat tahun kemudian Hamrobekov memulai debutnya di level senior pada laga melawan UEA.

Di level klub, Hamrobekov pada musim 2018 tampil sebanyak 48 kali untuk timnya di ajang Superliga Uzbeksitan. Pada gelaran Asian Games 2018, Harombekov juga turut ikut serta dan sukses membawa Uzbeksitan melaju hingga babak perempatfinal.

HWANG HEE-CHAN (KOREA SELATAN)

Nama Hwang Hee-chan cukup menarik perhatian pada perhelatan Piala Dunia 2018. Sebagai pemain muda, penampilan impresif dan enerjiknya membuat lini depan Korea Selatan terlihat begitu atraktif. Sayangnya pada Piala Dunia 2018 tidak dapat berbuat banyak dan hanya finis di posisi tiga klasemen grup.

Ajang Piala Asia 2019 bisa jadi tempat pembuktian kualitas pemain yang kini membela Hamburg SV dengan status pinjaman tersebut. Apalagi sebelumnya di ajang Asian Games 2018, Hwang juga sukses mencatatkan 3 gol dan membawa Korsel meraih medali emas.

Pemain yang berposisi sebagai winger itu juga memiliki pengalaman mumpuni dalam bermain di level kompetitif baik timnas maupun level klub. Oleh karena itu tidak heran jika pemain yang sudah mengantongi 21 caps bersama timnas senior tersebut begitu dinanti penampilannya di Piala Asia 2019.

Hwang sendiri memulai debutnya bersama timnas senior pada 2016. Pemain berusia 22 tahun tersebut juga masuk dalam skuad Timnas Korea Selatan pada perhelatan Olimpiade Rio 2016. Saat itu Hwang sukses menyumbangkan gol ketika Korsel berhadapan dengan Jerman.

Hwang menjalani masa juniornya di level klub bersama Pohang Steelers dari 2012 hingga 2014. Ia lalu direkrut oleh klub Austria, FC Liefering pada 2015. Lalu pada jendela transfer musim dingin 2016, ia hijrah ke Red Bull Salzburg.

MOHANAD ALI (IRAK)

Irak merupakan salah satu tim yang mempunyai tradisi bagus di Piala Asia 2019. Sembilan kali sudah Irak berpartisipasi di ajang empat tahunan ini, dan pada 2007 mereka sukses mengangkat piala juara. Tahun ini Irak juga diunggulkan sebagai tim yang bakal melangkah jauh di Piala Asia.

Salah satu faktor yang membuat Irak begitu disegani adalah kualitas striker mereka yang begitu mematikan di depan gawang. Dari empat striker yang dibawa untuk Piala Asia tahun ini, satu nama yang menarik perhatian adalah Mohanad Ali.

Kendati usianya masih 18 tahun, Ali sudah jadi tumpuan serangan untuk Usood Al-Rafidain – julukan Irak. Pemain beromor punggung 10 tersebut terknal akan kemampuan dribbling dan kontrol bola yang sama-sama luar biasa.

Meski sangat belia untuk ukuran pemain yang sudah masuk timnas senior, Ali menunjukkan kematangan bermain layaknya pemain senior. Sejauh ini Ali bahkan sudah mengumpulkan 11 caps, dan mencetak 6 gol.

Ali bermain di klub Al-Shorta FC sejak 2013. Pada 2015 ia sukses menembus tim senior Al Shorta dan mengumpulkan 45 penampilan dan mencetak 24 gol. Pada musim 2016-2017 Ali sempat dipinjamkan ke Al-Kahrabaa dan mencetak 10 gol dari total 30 capsnya.

Comments