5 Pemain Tertua di Piala Asia 2019

24 Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Piala Asia U-23

Pesta sepakbola benua Asia, Asian Cup 2019 segera bergulir mulai hari ini. Dari sejumlah negara yang turut serta, ada beberapa pemain yang sudah memasuki usia senja namun tetap menjadi andalan dari skuatnya masing-masing. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya…

Zheng Zhi (Cina)

Inilah pemain tertua yang tentunya sudah dipastikan mendapat kesempatan bermain di Asian Cup 2019. Zheng Zhi, kapten tim nasional Tiongkok, sepertinya akan menjalani turnamen internasional terakhirnya dalam karier sepakbolanya yang cemerlang.

Berposisi sebagai gelandang, Zheng punya beberapa catatan menarik. Ia mengawali karier di Shenzhen Jianlibao pada tahun 2001. Dengan cekatan, namanya semakin hari semakin menanjak sehingga ia sukses masuk ke Shandong Luneng. Selama dua tahun di sana, Zheng dikenal sebagai gelandang yang haus akan gol. Ia mencetak 31 gol hanya dalam 45 pertandingan saja.

Torehan hebatnya itu membuat beberapa tim dari tanah Inggris tertarik memboyongnya. Charlton Athletic menjadi tim yang sukses membawanya. Diawali dengan status pinjaman, Zheng akhirnya dikontrak secara permanen pada tahun 2007. Sayangnya, masalah fisik membuat Zheng harus angkat kaki dari Inggris dan segera pindah ke raksasa sepakbola Skotlandia, Celtic.

Zheng menjalani debutnya dalam Old Firm derby yang sukses dimenangkan Celtic setelah ia dijatuhkan di kotak penalti dan membuat timnya mendapatkan hadiah penalti. Satu musim berlalu, Zheng akhirnya kembali ke Tiongkok untuk bermain bersama Guangzhou Evergrande. Bermain selama sembilan tahun di sana, Zheng akhirnya mendapatkan status sebagai pemain nomor 10 terbaik dalam sejarah Liga Champions Asia pada tahun 2018.

Menarik untuk memperhatikan kiprah Zheng kali ini karena melihat bagaimana dunia sepakbola Tiongkok yang dikuasai oleh gelontoran uang yang melimpah, namun sulit sekali untuk berbicara banyak di benua Asia.

Paul Mulders (Filipina)

Lahir dan besar di Belanda, Paul Mulders akan menginjak usia 38 tahun ketika turnamen ini sedang bergulir, tepatnya pada 16 Januari mendatang. Mulders sudah melanglang buana di Belanda, dari bermain di tim muda Ajax hingga bisa membela ADO Den Haag di Eredivisie selama dua musim. Sekarang ia bermain di tim bertabur bintang Filipina, Ceres-Negros.

Sebagai bek, Mulders juga terhitung subur dalam mencetak gol. Sempat pensiun dari tim nasional pada tahun 2016, sekarang Mulders kembali memantapkan hatinya membela Filipina. Kehadirannya di lapangan sangat diharapkan oleh pelatih Sven-Goran Eriksson untuk memberikan bantuan, tidak hanya persoalan skill, tapi juga moral serta jiwa kepemimpinannya karena bagi Filipina, bisa bermain di Asian Cup adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Amer Shafi (Yordania)

Berusia 36 tahun dan merupakan kapten tim nasional Yordania, Amer Shafi dipastikan akan bermain dalam semua laga Yordania di Asian Cup 2019 kali ini. Namun, ini bukanlah turnamen yang melibatkan seluruh benua Asia pertamanya. Sejak tahun 2004, Shafi sudah membela Yordania di Asian Cup.

Sebagai seorang kiper sekaligus kapten, kemampuan Shafi tidak perlu diragukan lagi. Sejak 2002, ia sudah dipanggil masuk timnas. Bahkan kemampuannya sudah sangat diakui hingga ia sempat ingin diboyong untuk bermain di luar negeri, tapi Shafi memilih tetap bertahan di Yordania karena alasan keluarga dan menjaga kualitas performa juga.. Baru-baru ini, Shafi mencetak gol pertamanya dalam lagi melawan India yang akhirnya dimenangkan dengan skor 2-1.

Moataz Yaseen (Yordania)

Sama dengan Amer Shafi, Moataz Yaseen adalah kiper dari Yordania yang menjadi salah satu pemain tertua di Asian Cup 2019. Melihat bagaimana kehebatan Shafi, rasanya sulit membayangkan Yaseen bisa mendapatkan kesempatan bermain untuk kali ini. Mungkin ketika Yordania sudah memastikan lolos dari babak grup sebelum pertandingan ketiga, Yaseen akan menjadi pilihan utama dari pelatih asal Belgia, Vital Borkelmans.

Ismail Matar (Uni Emirat Arab)

Ismail Matar menjadi pemain tertua terakhir di daftar ini. Ia adalah pemain yang membela Uni Emirat Arab dan berposisi sebagai striker sekaligus menjadi kapten. Ada satu hal yang menarik dalam perjalanan karier Matar.

Sejak masuk ke dunia sepakbola profesional, Matar telah membela Al-Wahda dari tahun 2001 hingga detik ini – walau pada tahun 2009 sempat dipinjamkan ke Al Sadd. Menarik melihat bagaimana seorang striker bisa bertahan selama 18 tahun dan masih terus berlanjut. Matar juga sudah membela Uni Emirat Arab sejak 2003. Pelatih Alberto Zaccheroni akan berharap banyak dari pemain bernomor punggung 10 ini demi meraih status sebagai penguasa Asia.

Comments