FITUR: 5 Hal dari Kekalahan Telak Timnas Indonesia dari Yordania

Tim nasional Indonesia tersungkur di laga uji tanding pertama mereka di bulan Juni 2019. Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan takluk dari Yordania dengan skor telak 4-1, di Stadion King Abdullah II, Amman, Yordania, Selasa (11/06) malam WIB.

Yordania yang diasuh mantan pemain timnas Belgia, Vital Borkelmans berhasil menggandakan unggul di babak pertama dengan skor 2-0. Pada menit ke-63, Yousef Al-Rawashdeh berhasil memperbesar keunggulan Yordania lewat tendangan mendatarnya dari luar kotak penalti. Skor pun berubah 3-0.

Tim asal Asia Barat ini kemudian memperlebar jarak pada menit ke-80 melalui Hamza Al-Dardour. Indonesia akhirnya bisa memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Beto Goncalves pada menit ke-86.

Hasil pada pertandingan ini adalah kekalahan perdana skuat Garuda dibawah asuhan Simon McMenemy. Tentu menjadi pelajaran berharga bagi timnas Indonesia sebelum bertanding di kualifikasi Piala Dunia 2022. FOX Sports Indonesia merangkum beberapa hal penting dari kekalahan besar Indonesia dari Yordania.

Indonesia Bertahan Terlalu Dalam dan Renggangnya Jarak Antar Lini

Pelatih Simon McMenemy mengusung formasi dasar 3-4-3 di laga melawan Yordania. Dengan komposisi tiga pemain belakang yaitu, bek senior Achmad Jufriyanto yang diapit oleh Rudolof Yanto Basna dan Hansamu Yama Pranata. Ketika bertahan, pergerakan tim akan berubah menjadi 5-4-1. Bisa dilihat bahwa harapan Simon adalah Indonesia bisa menahan serangan lawan, dan langsung melakukan serangan balik.

Namun sayangnya, garis pertahanan Indonesia terlalu dalam. Trio Jupe, Basna, dan Hansamu cukup sering berdiri di sekitar area kotak penalti sendiri terutama di babak pertama. Selain membuat lawan lebih leluasa untuk menekan, ini juga membuat jarak dengan lini tengah menjadi renggang. Hingga membuat kecenderungan para pemain untuk melakukan kesalahan di wilayah sendiri.

Hal ini kemudian membuat aliran bola dari belakang menjadi mandeg. Bahkan dalam beberapa situasi, lawan berhasil merebut bola, lalu memberikan ancaman besar ke gawang Indonesia yang dikawal Andritany Ardhiyasa. Dua gol Yordania di babak pertama setidaknya menggambarkan fenomena ini.

Comments