Bima Sakti Ingin Timnas U-16 ke Ambon dan Ceritakan Kenangan Bersama Mendiang Alfin

BIma Sakti_TWITTER PSSI

FOXSPORTS.CO.ID – Kabar duka menyelimuti sepakbola Indonesia, khususnya para pendukung timnas. Salah satu penggawa timnas U-16 yaitu Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena sakit yang dideritanya pasca gempa di Ambon beberapa waktu lalu.

Meninggalnya Alfin ini jelas bikin sedih sang pelatihnya di timnas, yaitu Bima Sakti. Ia bertekad untuk kunjungi makam Alfin bersama rekan-rekan timnas U-16 dan berencana melakukan pertandingan amal juga.

“Nantinya saya dan seluruh tim yang ada di Timnas Indonesia U-16 akan ke Ambon untuk bisa “melihat” Alfin. Nantinya mungkin kami akan melakukan pertandingan di sana untuk bisa mengenang jasa-jasanya selama ini,” ujar Bima Sakti dilansir dari laman Bolacom.

“Sebenarnya saya sangat ingin datang menemani sampai ia dimakamkan. Tapi, kami (pemain dan ofisial Timnas Indonesia U-16) baru saja selesai (pemusatan latihan). Pemain sudah pulang ke daerah masing-masing, jadi tidak bisa melihat pemakaman karena Alfin langsung dibawa ke Ambon,” jelas Bima.

Sebelumnya, coach Bima juga menuliskan sepenggal kisah kenangannya di Instagram bersama Alfin saat masih sama-sama bela panji Indonesia. Berikut kisah lengkapnya…

“Pemain yang selalu tampil maksimal tanpa kenal kompromi dan selalu siap dipasang kapan saja, mau dipasang 90 menit, 45 menit, 1 menit pun…SIAP coach, itu sepenggal kata yang diucapkan Alfin ke saya dan selalu saya ingat, banyak kenangan indah didalam dan diluar lapangan bersama alfin, suara Azannya merdu sekali, selalu ceria serta yang paling mengejutkan sewaktu adu pinalti melawan Vietnam diajang piala AFF 2019 di Chonbury Thailand, begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu pinalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata…”saya mau dan siap ambil pinalti coach”…saya dengarnya malu dan berkata dalam hati…luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf, saat tampil difinal sea games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil pinalti, walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia 🤗 gak apa – apa Alfin, terimakasih kamu udah berani ambil pinalti 👍 dan memang sebenarnya dalam sesi latihan pinalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang pinalti dan setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect salut dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin…saya dan mungkin semua anak muda di Indonesia bisa belajar dari keberanian Alfin dan dedikasinya buat tim, bahwa segala sesuatu kita harus berani mencoba dan yakin dengan kemampuan kita serta didalam setiap pertandingan selalu siap dimainkan kapan saja, contoh seperti idola saya @bepe20 saat tampil dipiala AFF 2010, beliau kapten, salah satu pemain Indonesia dengan gol dan caps terbanyak ditimnas, tapi selalu siap main dari awal dan pengganti, saat melawan Thailand beliau membuktikannya 👍🙏, karena sejatinya semua komponen didalam tim adalah penting. #RespectforAlfin

View this post on Instagram

Pemain yang selalu tampil maksimal tanpa kenal kompromi dan selalu siap dipasang kapan saja, mau dipasang 90 menit, 45 menit, 1 menit pun…SIAP coach, itu sepenggal kata yang diucapkan Alfin ke saya dan selalu saya ingat, banyak kenangan indah didalam dan diluar lapangan bersama alfin, suara Azannya merdu sekali, selalu ceria serta yang paling mengejutkan sewaktu adu pinalti melawan Vietnam diajang piala AFF 2019 di Chonbury Thailand, begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu pinalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata…"saya mau dan siap ambil pinalti coach"…saya dengarnya malu dan berkata dalam hati…luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf 🙏 saat tampil difinal sea games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil pinalti, walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia 🤗 gak apa – apa Alfin, terimakasih kamu udah berani ambil pinalti 👍 dan memang sebenarnya dalam sesi latihan pinalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang pinalti dan setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect salut dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin…saya dan mungkin semua anak muda di Indonesia bisa belajar dari keberanian Alfin dan dedikasinya buat tim, bahwa segala sesuatu kita harus berani mencoba dan yakin dengan kemampuan kita serta didalam setiap pertandingan selalu siap dimainkan kapan saja, contoh seperti idola saya @bepe20 saat tampil dipiala AFF 2010, beliau kapten, salah satu pemain Indonesia dengan gol dan caps terbanyak ditimnas, tapi selalu siap main dari awal dan pengganti, saat melawan Thailand beliau membuktikannya 👍🙏, karena sejatinya semua komponen didalam tim adalah penting. #RespectforAlfin

A post shared by Bima Sakti (@bimasakti230176) on

Comments