Legenda NBA kritik ayah pebasket Lonzo Ball

Mantan pebasket NBA Charles Barkley melayangkan kritik untuk ayah Lonzo Ball, LaVar. Barkley yang kini juga aktif sebagai pembaca acara dan komentator NBA menyayangkan sikap LaVar yang meminta dua anaknya, LiAngelo dan LaMelo Ball untuk bermain di Lithuania.

Itu artinya dua adik Lonzo Ball harus keluar dari pendidikan yang masih mereka jalani.

“Dia (LaVar) merepresentasikan olah raga dengan cara yang paling buruk. Ini semua adalah tentang dia. Saya sangat kasihan pada anak-anaknya, ” kritik Barkley.

Barkley juga menyayangkan media setempat yang selalu memberi ruang untuk LaVar. LaVar sering kali melontarkan kontroversi.

Mulai dari mengkritik pemain lain hingga terakhir bersitegang dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Tak hanya itu, Barkley juga menuduh apa yang dilakukan LaVar adalah bentuk eksploitasi anak, karena sebagai ayah, LaVar tak memiliki keahlian lain.

LiAngelo Ball yang masih berusia 19 tahun dan LaMelo yang baru 16 tahun akan bermain untuk Prienu Vytautas, klub yang berlaga di Liga Baltic.

Tak dimungkiri, LaVar adalah ayah yang penuh kontroversi. Ia berani untuk membranding tiga putranya. Ia melatih ketiga putranya dan membentuk Big Ballers, tim yang kerap melawan pemain lain yang usianya diatas mereka.

Brand Big Baller juga menjadi bisnis lanjutan LaVar seperti menjual merchandise dan kaos berlabel BBB.

Bahkan dengan percaya diri LaVar menawarkan nilai kontrak 1 triliun untuk Brand yang berani mengendorse 3 putranya. Tentu saja, perusahaan seperti Nike yang awalnya tertarik dengan Lonzo, berbalik tak tertarik.

Bukan LaVar namanya jika tak punya cara lain. Tidak menemukan sponsor, LaVar bergeral sendiri dengan membuat sepatu khusus untuk Lonzo. Terpilihnya Lonzo di draft NBA tahun ini membuat ayahnya semakin jumawa.

Sadar betul dengan apa yang dibuat ayahnya, Lonzo tak ambil pusing. Bahkan menurutntya, LaVar adalah pribadi yang unik. Semua kebiasaan ajaib pada 3 putranya sudah dimulai sejak mereka kecil.

Namun dua nasib adiknya masih tanda tanya. LiAngelo yang bulan lalu tertangkap di China karena mengutil akan memulai liga yang tidak mudah mengingat pelatih mereka tidak bisa berbahasa Inggris.

Gelo dan Melo akan jadi pemain termuda yang berkompetisi dengan pemain-pemain senior. Ujungnya, seperti harapan LaVar sebagai kepala keluarga, dua anaknya tetap diproyeksikan untuk kembali ke NBA setelah mendapat cukup pengalaman. Sulit membedakan lagi kemauan LaVar sebagai ayah, terbalut rapih dalam bisnis keluarga.

Comments