Vinales bicara soal kegagalan juarai MotoGP

Pebalap Yamaha, Maverick Vinales, mengakui bahwa ia terlalu mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.

Menurut, pebalap asal Spanyol itu, seharusnya ia bisa lebih “ketat” dengan timnya pada tahun ini.

Vinales, favorit pramusim, melaju ke keunggulan kejuaraan awal dengan tiga kemenangan dalam lima balapan pembuka.

Namun, dia tidak mampu mempertahankan bentuk performanya jelang musim ini berakhir.

Pertarungan Yamaha dalam kondisi grip rendah mendorong serangkaian perubahan sasis, yang membuat pebalap berusia 22 tahun “memudar” dalam perebutan gelar juara MotoGP.

Pada klasemen akhir MotoGP, Vinales menempati posisi ketiga dalam poin, berada di belakang pebalap Honda Marc Marquez dan Andrea Dovizioso dari Ducati.

Merefleksikan tahun ini, Vinales mengakui bahwa ia harus menanggung beberapa kesalahan karena ada yang tidak beres.

“Kita semua harus disalahkan,” kata pebalap Spanyol itu.

“Saya seharusnya lebih ketat dalam meminta sesuatu, bergantung pada perasaan saya, dan bukan perasaan orang lain,” ujar Vinales.

 

“Bukannya mereka tidak mendengarkan saya, tetapi kami belum berhenti menguji alat dan kami bingung. Mungkin kesalahan saya adalah tidak melanjutkan sasis lama,” ucap dia.

Terlepas dari bagaimana musim ini berakhir, Vinales sangat ingin menggarisbawahi fakta bahwa ia masih memiliki kepercayaan kepada krunya, yang dipimpin oleh mekanik kepala Ramon Forcada.

“Saya benar-benar memercayai orang-orang yang saya miliki di sisi saya karena jika tidak tahun ini saya akan menjadi gila,” ujar Vinales.

“Saya memiliki sedikit kesabaran. Saya selalu berusaha tampil di depan, dalam segala situasi dan dalam setiap sesi latihan,” ucap dia.

Comments