Yamaha tak buru-buru bicarakan kontrak Rossi

Bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, belum mau membicarakan masa depan Valentino Rossi sampai beberapa balapan musim depan dimulai. Dia mengaku akan terlebih dahulu melihat bagaimana perkembangan situasi pebalap berusia 38 tahun itu.

Sebagaimana terjadi pada hampir semua pebalap top MotoGP, kontrak Rossi akan berakhir pada pengujung musim 2018. Dengan demikian, bakal ada kesibukan pada beberapa seri awal MotoGP 2018 untuk membicarakan kontrak baru.

Kontrak yang dijalani Rossi saat ini ditandatangani pada awal musim 2016, tepatnya diumumkan saat berlangsungnya GP Qatar. Momen tersebut diwarnai beberapa perpindahan, terutama Jorge Lorenzo ke Ducati.

Meskipun demikian, Jarvis menilai tidak perlu terburu-buru membicarakan perpanjangan kontrak Rossi. Dia merasa Rossi akan menikmati lebih dulu beberapa seri balapan awal tahun 2018 sebelum memutuskan apakah ingin tetap di olahraga ini atau tidak.

Saat ditanya oleh Motorsport,com apakah pembicaraan dengan Rossi tentang kontrak baru untuk 2019 sudah dimulai atau belum, Jarvis menjawab: “Belum, karena kami punya kontrak dua tahun.”

“Saya berharap kami akan berdiskusi dengan Rossi … Saya tidak tahu apakah diskusi itu akan lebih awal seperti di Qatar atau tidak.”

Sementara itu, Rossi sudah pernah mengungkapkan mengenai kontrak baru tahun 2019. Pebalap dengan julukan The Doctor ini masih melihat perkembangan apakah tetap kompetitif atau tidak.

“Ketika saya menandatangani kontrak ini, saya pikir mungkin yang terakhir tetapi saya tidak yakin. Banyak hal yang mempengaruhi. Saya akan memutuskannya musim depan, pada awal musim, tetapi bila saya masih kompetitif dan meraih kemenangan,” ujar Rossi kepada MotoGP.com pada bulan Juni.

Comments