Piala Thomas 2018, tak ada perang Chong Wei dan Lin Dan

Dua pebulu tangkis tunggal putra senior yang penuh rivalitas, Lee Chong Wei dan Lin Dan, akan membela negaranya pada Piala Thomas 2018, 20-27 Mei di Bangkok, Thailand. Chong Wei menjadi tulang punggung Malaysia sedangkan Lin Dan memperkuat China.

Namun, ada peranan yang berbeda di antara dua mantan jagoan dunia tersebut di skuad negaranya. Chong Wei akan menjadi tunggal utama Malaysia sedangkan Lin Dan hanya menjadi pilihan ketiga di China.

Lantaran status tersebut, Chong Wei berpotensi menghadapi para pemain papan atas seperti Chen Long (China), Viktor Axelsen (Denmark), Son Wan-ho (Korea Selatan), Kento Momota (Jepang) dan Jonatan Christie (Indonesia). Chong Wei sudah pernah menelan kekalahan dari calon lawannya tersebut, kecuali Jonatan.

Sebaliknya, Lin Dan memiliki pekerjaan yang “lebih ringan”. Sebagai tunggal ketiga, si kidal peraih dua medali emas Olimpiade tersebut diperkirakan bertemu Iskandar Zulkarnain Zainuddin atau Leong Jun Hao (Malaysia), Heo Kwang-hee atau Ha Young-woong (Korea Selatan), Hans-Kristian Vittinghus atau Jan O Jorgensen (Denmark), Kazuma Sakai atau Kenta Tsuneyama (Jepang) dan Firman Abdul Kholik atau Ihsan Maulana Mustofa (Indonesia).

Dengan demikian, tak ada pertarungan antara Chong Wei dan Lin Dan dalam Piala Thomas edisi kali ini jika Malaysia bertemu China. Padahal, pertarungan klasik dua pemain ini pasti sangat dinantikan di mana rekor pertemuan hingga saat ini 28-12 untuk kemenangan Lin Dan.

Pelatih kepala tunggal putra Malaysia, Misbun Sidek, memberikan komentar terkait peranan dua pemain tersebut yang pernah merajai bulu tangkis dunia selama hampir satu dekade. Misbun menilai Chong Wei, yang kini berusia 35 tahun, memiliki peranan yang lebih sulit dibandingkan dengan Lin Dan.

“Para pemain muda Malaysia akan melihat bagaimana Lee Chong Wei bermain,” ujar Misbun seperti dikutip dari The Star.

“Mereka akan membandingkan antara kekuatan fisik yang lebih muda dengan pengalaman yang dimiliki pemain senior,” lanjut Misbun.

Sedangkan mengenai Lin Dan, Misbun menilai sejumlah besar negara akan menghindari kemungkinan terjadi pertarungan hingga partai kelima. Sebab, Lin Dan berpotensi besar menjadi pemenang ketika pertandingan harus berlanjut hingga partai pamungkas.

“Tim akan berusaha menghindari pertandingan terakhir ketika melawan China karena akan menghadapi Lin Dan. Dia masih menjadi yang terkuat. Meskipun demikian, tak ada yang mustahil dalam event beregu dan hal tersebut membuat edisi kali ini sangat menarik,” ujar Misbun.

Pada babak penyisihan Piala Thomas 2018, Malaysia menjadi penghuni Grup D bersama dengan Denmark, Rusia dan Aljazair. Sementara itu, China tergabung di Grup A bersama dengan India, Prancis dan Australia.

Comments