Balas dendam Rafael Nadal usai tersingkir di Madrid

Rafael Nadal tersingkir dari Madrid Masters pada Sabtu (12/5)  ketika ia kalah dalam dua set langsung 7-5 6-3 dari Dominic Thiem.

Kekalahan tersebut mengakhiri 21 kemenangan di lapangan tanah liat dan 50 set beruntun tak terkalahkan yang baru saja ia pecahkan. Nadal juga kehilangan peringkat nomor satu dunia yang kembali ke Roger Federer, meskipun bintang Swiss itu tidak bermain sejak pertengahan Maret.

Tetapi petenis Spanyol itu bisa kembali ke posisi teratas dengan kemenangan di Italian Open yang dihelat di Roma. Dalam undian yang diumumkan pada hari Jumat, Nadal memiliki bye babak pertama dan akan menghadapi Fernando Verdasco atau Damir Dzumhur di babak kedua.

Kejuaraan ATP 1000 tersebut dihelat 13 Mei alias langsung menyambung usai Madrid Open selesai. Nadal juga bisa saja bertemu lagi dengan Thiem untuk menuntaskan dendamnya. Sebuah pertandingan yang mungkin melawan Thiem bisa datang di perempat final jika petenis Austria itu bisa mengatasi pertandingan melawan Fabio Fognini dan Gael Monfils sebelum berpotensi menghadapi Sam Querrey.

Novak Djokovic juga berada di bagian atas dan memulai kampanyenya melawan Alexandr Dolgopolov dari Ukraina. Di paruh bawah undian, Stan Wawrinka akan kembali dari cedera melawan pemain Amerika Steve Johnson. Sementara juara bertahan Alexander Zverev bisa bertemu unggulan kelima Juan Martin del Potro.

Rekor Nadal lainnya pecah

 (Photo by Denis Doyle/Getty Images)

Kekalahan Nadal di Madrid Open sekaligus meruntuhkan rekor-rekor yang pernah dibuatnya. Tak cuma itu peta kekuatan tenis saat ini juga mulai membuka kesempatan untuk para pemain muda. Walau bukan terkait jumlah kemenangan, ada satu lagi rekor yang pernah dipegang Nadal pecah.

Adalah Denis Shapovalov yang telah memecahkan rekor lama Rafael Nadal di Madrid Open. Nadal berusia 19 tahun dan 138 hari ketika ia menjadi semifinalis termuda di turnamen pada tahun 2005. Petenis Spanyol itu mengalahkan Radek Stepanek di perempatfinal sebelum menyingkirkan Robby Ginepri di semifinal.

Nadal kemudian membuat serangan yang menakjubkan di final, datang dari dua set untuk mengalahkan Ivan Ljubicic dalam lima set. Tapi rekornya sebagai semifinalis termuda berakhir ketika Shapovalov membuat sejarah di Madrid.

Petenis Kanada tersebut mengalahkan Kyle Edmund dalam tiga set untuk menjadi pemain termuda yang mencapai empat terakhir pada 19 tahun dan 27 hari. 

Comments