Pelatih baru China ingin kawinkan gelar Piala Thomas-Uber

Li Xuerui

Mantan juara dunia tunggal putra, Xia Xuanze, menyimpan ambisi besar. Dia berjanji untuk mengawinkan gelar Piala Thomas dan Uber 2018.

Xuanze, yang berkepribadian tenang dan bersahabat, ditunjuk menggantikan peranan Li Yongbo sebagai pelatih kepala tim China. Yongbo, yang oleh banyak kalangan dinilai sombong, mundur setelah Olimpiade Rio 2016.

Xuanze mendapat tantangan besar pertama di Bangkok, Thailand, tempat berlangsungnya Piala Thomas-Uber 2018. Pria 39 tahun tersebut diharapkan bisa mengembalikan kejayaan China sebagai raksasa bulu tangkis dunia.

Di sektor putri, China masih tangguh dan dua tahun lalu mereka menjadi juara Piala Uber. Namun pada sektor putra, dominasi China terhenti karena dalam empat tahun terakhir mereka gagal.

Pada Piala Thomas 2014 di New Delhi, India, Jepang menjadi juara. Dua tahun lalu di Kunshan, China, Denmark menjadi juara, sedangkan langkah tuan rumah terhenti pada babak perempat final.

“Kami memiliki tim yang mirip tetapi sulit menang karena tim lain mempunyai skuad yang lebih dalam seperti Denmark, Jepang, Indonesia. Saya juga tidak mengesampingkan Malaysia,” ujar Xuanze dikutip dari The Star.

“Sebelumnya, kami juga memiliki Lin Dan dan Chen Long tetapi tidak menang. Kami akan mencoba untuk membawa pulang trofi kali ini.”

Mengenai sektor putri, Xuanze tetap optimistis meski dia tetap memperhitungkan Jepang dan Korea Selatan sebagai lawan berat. Peraih medali emas Olimpiade 2012, Li Xuerui, akan tetap menjadi andalan untuk membawa tim putri China mempertahankan gelar Piala Uber.

Comments