Datang sebagai juara bertahan, Michelle hanya ingin tampil baik

Michelle Li datang ke ajang Commonwealth Games 2018 dengan status juara bertahan. Empat tahun lalu di Glasgow, Skotlandia, pebulu tangkis tunggal putri Kanada ini mengalahkan Kirsty Gilmour (Skotlandia) untuk meraih medali emas dalam final nomor perseorangan.

Pemain berusia 26 tahun kelahiran Hong Kong ini pun kembali menjadi favorit untuk edisi 2018 yang berlangsung di Gold Coast, Queensland, Australia, 4-15 April. Namun, Michele menolak hal tersebut karena menurutnya, ada banyak pesaing yang berpotensi menjadi juara. Dia hanya berjanji tampil sebaik mungkin.

“Saya tidak ingin berpikir terlalu jauh ke depan. Saya hanya ingin bermain sebaik mungkin dan fokus menghadapi pertandingan, satu demi satu,” ujar Michelle seperti dikutip dari Badminton Planet.

Memang, apa yang dikatakan Michelle sangat tepat karena tantangan besar bakal dihadapi. Selain Gilmour, pemain-pemain putri dari India dan Malaysia bisa menjadi batu sandungan untuk dia bisa mempertahankan gelar.

Lihat saja bagaimana kiprah pebulu tangkis tunggal putri nomor satu India, Pusarla V Sindhu, yang tampil sangat impresif sepanjang tahun 2017. Empat tahun lalu, Sindhu hanya meraih meraih medali perunggu.

Selain itu ada Saina Nehwal, rekan senegara Sindhu. Belum lagi pemain dari Malaysia, Soniia Cheah, yang berpotensi membuat kejutan.

Memang, Soniia belum meraih gelar bergengsi. Pada tahun 2017, pemain 24 tahun tersebut hanya menjadi runner-up Russian Open dan meraih medali perak SEA Games.

“Saya pikir ini adalah bagian dari proses pembelajaran dan saya akan menggunakan turnamen ini sebagai persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2020,” ujar Michelle, yang juga bakal tampil dalam nomor beregu campuran bersama Brian Yang.

Comments