Titik terendah karier Carmelo Anthony

Carmelo Anthony mengalami situasi buruk bersama Oklahoma City Thunder pada musim ini. Ia beberapa kali tidak mampu menunjukkan kemampuan terbaik saat-saat situasi genting di lapangan.

Ketika menghadapi Portland Trail Blazers, misalnya. Ia masuk pada menit-menit akhir kuarter keempat. Namun, upaya pelatih Thunder, Billy Donovan, sia-sia lantaran Carmelo beberapa kali gagal menyarangkan bola ke ring lewat tembakan tiga angka.

Demikian halnya ketika sang pemain melakukan jump shot. Pada akhirnya, Thunder kalah 105-108 dari Blazers. Meski demikian, Billy Donovan, tetap optimistis Carmelo bisa bangkit dalam beberapa pertandingan ke depan.

“Carmelo adalah pencetak skor tangguh di liga ini dan dia telah membuat tembakan-tembakan mengesankan selama kariernya,” kata Donovan, seusai pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, dari total 29 menit bertanding, Carmelo hanya mengoleksi enam poin. Ia juga hanya membuat delapan rebounds dan satu assist. Buruk? Tentu saja bagi bintang tenar seperti Carmelo Anthony.

Toh, harapan besar datang dari pendukung Thunder ketika Carmelo bergabung. Saat itu, ia merupakan satu di antara pencetak skor terbaik di NBA. Namun, pada musim ini, Carmelo hanya mencatatkan rata-rata 23,5 poin per pertandingan–terendah selama kariernya.

Catatan ini mengingatkan kita ketika Carmelo tenggelam saat membela tim nasional basket pria Amerika Serikat. Ia kalah bersaing dengan nama-nama tenar lainnya, seperti Russell Westbrook dan Paul George.

Terkadang, Carmelo bisa memahami perannya sebagai pilihan ketiga. Namun, sejatinya, berdasar pengalaman sebelumnya, Carmelo seharusnya memiliki kapasitas lebih daripada peran yang ia dapatkan sekarang di Thunder.

Kekalahan melawan Blazers kiranya menjadi titik terendah dalam karier Carmelo di NBA. Pemain yang jago dalam tembakan tiga angka itu bahkan gagal satu pun melepaskkan three point dari lima upaya. Total, dari 13 upaya field goals, ia hanya mencetak enam poin.

Pertanyaannya, apabila Donovan masih percaya kemampuan Carmelo, apakah sang pemain bisa membayarnya di lapangan. Toh, usia pemain 33 tahun tersebut sudah semakin bertambah. Jadi, apakah Thunder berani melepas sang pemain pada musim depan? Kita tunggu saja…

Comments