Ahsan/Hendra ungkap kunci kemenangan duel klasik lawan Boe/Mogensen

Ganda putra senior Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, memenangi pertarungan klasik melawan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, pada babak kedua turnamen bulu tangkis Denmark Open 2018. Ini menjadi pertemuan pertama mereka setelah tiga tahun.

Dalam duel di Odense Sports Park, Odense, Denmark, Kamis (18/10/2018), Ahsan/Hendra menang 21-12, 24-22 atas unggulan kelima yang menjadi andalan tuan rumah tersebut. Ini juga menjadi pembalasan Ahsan/Hendra setelah dikalahkan dalam pertemuan terakhir di Hong Kong Open 2015 sekaligus membuat Hendra/Ahsan unggul 5-1 dalam rekor pertemuan mereka.

“Kami mengucap syukur bisa menang, sudah lama tidak bertemu mereka dan kali ini kami memang mau menang. Kali ini atmosfernya beda, sekarang kami sama-sama nggak muda. Dalam pertemuan terakhir kami kalah, kami tidak mau terulang lagi, kami mau balas kekalahan terakhir itu,” ujar Ahsan dikutip dari Badmintonindonesia.org.

“Sebetulnya kami senang bisa ketemu mereka lagi, dari dulu kan kami sama-sama terus. Pada gim pertama kami menerapkan permainan no lob dan mereka sadar mereka tidak bisa berkembang, jadi pada gim kedua mereka coba banyak mengarahkan shuttlecock ke atas,” ungkap Hendra yang bersama Ahsan merupakan Juara Dunia 2013 dan 2015.

“Kami fokus untuk tidak membuat kesalahan, kalau mati ya karena dimatiin. Kami coba unggul dalam permainan depan, berusaha lewati tekanan mereka, akhirnya kami bisa balik serang,” tambah Ahsan.

Selanjutnya, Ahsan/Hendra akan berhadapan dengan pasangan muda China, Han Chengkai/Zhou Haodong, untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan tersebut.

“Yang penting dari kaminya, fight saja. Kami harus bisa main enjoy, lepas, tanpa tekanan, supaya bisa keluar semua permainannya,” ungkap Ahsan.

Indonesia meloloskan enam wakil ke perempat final. Selain Ahsan/Hendra, ada ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, serta dua ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Comments