3 Bintang Tunggal Putra yang Sedang Naik Daun dari Bulu Tangkis Indonesia

Oleh: Sudeshna Banerjee

Untuk waktu yang lama, bulu tangkis telah menjadi salah satu olahraga paling sukses di Indonesia. Dengan warisan yang kaya serta budaya klub yang terus berkembang dan terus menghasilkan para juara, Indonesia dapat membanggakan diri karena mampu meraih sebanyak 19 medali Olimpiade dari olahraga ini – jumlah tertinggi yang didapat dibandingkan dari negara dari olahraga apapun.

Belakangan ini, kehebatan Indonesia mungkin telah dibayangi oleh kekuatan dan konsistensi China, tetapi dengan munculnya sekelompok pemain tunggal yang sangat berbakat, Indonesia mulai bersinar lagi.

Oleh karena itu, mari kita telisik tiga orang pemuda U-23 asal Indonesia ini yang telah meningkatkan harapan masa depan bulu tangkis yang cerah bagi negara mereka:

Anthony Sinisuka Ginting

Konsistensi yang telah ditunjukkan oleh Anthony Sinisuka Ginting sepanjang tahun 2018 ini, ia tidak benar-benar masuk kategori ‘rising star’ lagi. Pemain berusia 22 tahun itu meroket ke peringkat 10 besar dunia dan saat ini merupakan pemain tunggal putra terbaik dari Indonesia di No. 8.

Ginting, yang mengasah keterampilannya di klub yang sama dengan peraih medali emas Olimpiade 2004 (Taufik Hidayat), sekarang keberadaanya selalu diperhitungkan dalam kejuaraan elit dunia. Ketenangannya di bawah tekanan, keberanian, kesiagaan di lapangan dipamerkan penuh dalam dua gelar kemenangannya tahun ini saat berlaga di Indonesia Masters dan China Open.

Yang paling penting, ia telah berhasil melakukan apa yang telah dilakukan oleh sedikit pebulu tangkis dunia lainnya musim ini – yaitu mengalahkan Kento Momota No. 1 dunia yang hampir tak terkalahkan sebelumnya, sebanyak dua kali. Dan bukan hanya mengalahkan pebulu tangkis asal Jepang tersebut saja, Ginting juga sempat mengalahkan juara Olimpiade, Chen Long, sebanyak empat kali pada tahun 2018 ini.

Kenaikan Ginting yang meroket ke jajaran teratas para pemain tunggal putra memastikan bahwa Indonesia akan menjadi pemburu gelar di setiap kompetisi bulu tangkis besar dalam beberapa tahun mendatang.

Pencapaian

Karier junior: Medali perunggu World Junior Championships 2014; Medali perunggu Youth Olympic tahun 2014

Karir senior: Korea Open title in 2017; Perebutan medali Asian Games pada 2018; Gelar Indonesia Masters pada 2018; Gelar China Open pada 2018

Jonatan Christie

Kehadiran Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadikan Asian Games sebagai acara yang tak terlupakan bagi para penggemar bulu tangkis Indonesia. Mendpatkan gelombang dukungan luar biasa dari penonton tuan rumah, Jonatan Christie yang berusia 21 tahun merebut medali emas tunggal putra bulu tangkis saat itu.

Prestasinya tersebut merupakan momen terbaik sejauh ini untuk karir pemain kelahiran Jakarta ini. Meski begitu, penampilannya di ajang BWF World Tour belum berhasil menyamai gelarnya di Asian Games lalu. Ia memiliki dua gelar di tingkat Internasional dan telah mencapai final di acara tingkat yang lebih tinggi, yang meliputi Thailand Open 2017, Korea Open 2017, dan Selandia Baru Open pada 2018 ini.

Jojo, sapaan akrab Jontan Christie saat ini bertengger di posisi No. 14 di peringkat dunia, setelah Ginting dan pemain veteran Tommy Sugiarto. Tak perlu dikatakan lagi, bahwa dengan tiga pemain dalam peringkat 15 besar, cabang tunggal putra Indonesia mulai memperlihatkan kekuatannya sekali lagi di level dunia.

Pencapaian: Medali emas Asian Games 2018; Medali emas SEA Games 2017; Gelar Swiss International 2014; Gelar Indonesia International tahun 2013 silam.

Chico Aura Dwi Wardoyo

Mengikuti jejak Jojo di level tunggal putra bulu tangkis Indonesia adalah bintang baru, yang bernama Chico Aura Dwi Wardoyo. Pemain berusia 20 tahun sejauh ini belum mencapai peringkat tinggi, secepat dua pemain lainnya (Ginting dan Jojo) yang disebutkan dalam daftar ini. Tapi dia memang memiliki keinginan, stamina, dan kualitas yang dibutuhkan untuk kembali membuat kejutan diantara pebulu tangkis dunia lainnya nanti.

Dan ia membuktikan kehebatannya dengan memenangkan gelar karier seniornya di Indonesia International 2018 seperti yang dilakukan Jojo pada lima tahun yang lalu. Setelah memenangkan medali perak di Kejuaraan Dunia Junior pada tahun 2016, itu memang membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan ketatnya level bulu tangkis senior. Tapi sekarang dia telah membuat terobosan, itu pasti akan memberinya motivasi, rasa lapar dan dorongan untuk membangun wujudnya dan melangkah lebih jauh dari peringkatnya saat ini.

Pencapaian

Karier junior: Medali perak Kejuaraan Dunia Junior pada tahun 2016

Karier senior: Gelar Indonesia International pada 2018

Selain nama-nama yang disebutkan di atas, bulu tangkis Indonesia memiliki sejumlah bintang yang sedang naik daun, yang dapat memberi pengaruh di turnamen terbesar. Ulutangkis ndonesia sendiri memiliki 10 pemain bulu tangkis tunggal putra di peringkat 150 teratas dunia.

Beberapa nama pemain seperti Ihsan Maulana Mustofa yang berusia 22 tahun, Firman Abdul Kholik yang baru 21 tahun, Shessa Hiren Rhustavito (21 tahun), Panji Ahmad Maulana (21 tahun), Krishna Adi Nugraha (22 tahun) dan yang lainnya, menandakan bahwa banyak anak muda asal  Indonesia yang sangat berpotensi untuk meningkat dan akan membuat bangsa itu tangguh sekali lagi dalam kancah bulu tangkis level dunia.

Comments