Paul George gantikan DeMarcus Cousins di All Star

Pekan lalu, setelah draft pemain NBA All Star diumumkan, Russell Westbrook sempat bertanya mengapa rekan setimnya, Paul George tidak terpilih dalam NBA All Star tahun ini. Bahkan Westbrook mengkritik pedas para pelatih yang notabene menentukan tim cadangan dan tidak memilih George.

Voting NBA All Star 2018 memang tak berpihak pada Paul George. Tapi cerita berubah ketika DeMarcus Cousins cedera pekan lalu. Komisioner NBA, Minggu (28/1) akhirnya memilih Paul George untuk masuk menggantikan DeMarcus Cousins. Keputusan tersebut berdasarkan suara terbanyak di Wilayah Barat dari 12 nama yang sudah terpilih. George menyingkirkan nama lain seperti Chris Paul dan Lou Williams.

“Saya harus melihat ini (terpilihnya di NBA All Star) dari sisi yang berbeda, karena saya masuk menggantikan yang cedera. Tapi saya gembira dan ini menjadi kali kelima saya terpilih dan bisa bermain bersama dengan Westbrook. berada dalam sejarah ini mewakili Thunder,” sambut Paul George.

Menggantikan Cousins, George tidak serta merta masuk dalam skuat utama tim LeBron James (karena LeBron memilih Cousins dalam skuatnya). Pelatih tim LeBron, Dwayne Casey-yang merupakan pelatih Toronto Raptors- akan menentukan siapa dalam skuatnya yang akan gantikan posisi Cousins.

NEW ORLEANS, LA – FEBRUARY 19: Paul George #13 NBA All-Star GameĀ 2017 (Photo by Ronald Martinez/Getty Images)

Sejak tahun 2013 nama George selalu terpilih dalam NBA All Star kecuali tahun 2015 dimana ia mengalami cedera parah saat pertandingan persiapan menuju Piala Dunia Basket di tahun 2014. Cedera mengerikan yang dideritanya kala itu membuat George harus menepi selama hampir semusim dan melewatkan NBA All Star di tahun berikutnya.

Musim 2017/2018 ini menjadi musim pertama George lepas dari bayang-bayang Indiana Pacers yang dibelanya selama 7 musim. Bukan perkara mudah. Catatan poinnya menurun drastis menjadi rata-rata 20,9 poin per pertandingan. Sebelumnya catatan terendah George ada di musim 2012/2013 dengan rata-rata hanya 17,4 poin per laga, itupun ia masih tetap terpilih dalam NBA All Star. Tapi di sisi lain musim ini, George memoles catatan tembakan tiga angka dengan rata-rata sukses mencapai 42,2 persen ditambah catatan stealĀ  2.1 per laga.

Masuknya George dalam NBA All Star berselang 5 bulan sebelum ia berstatus free agency. Walau statusnya hanya pengganti, George memilih tampil maksimal. Bukan tidak mungkin musim depan persaingan masuk deretan bintang makin tipis mengingat era All Star mulai diisi wajah-wajah baru.

 

 

 

Comments