Cara LeBron James mengkritik rasisme

15 Januari 2018 menjadi peringatan kelahiran Martin Luther King Jr. Para pemain NBA punya beragam cara untuk memperingati hari tersebut. Mulai dari menggunakan jersey khusus, sepatu khusus hingga hal lainnya.

Tak terkecuali LeBron James. James lebih memaknai peringatan tersebut dengan memerangi rasisme yang menurutnya masih terjadi di Amerika.

“Kamu tau, rasisme tidak akan pernah mati tapi yang tidak boleh kita lakukan adalah membiarkan rasisme ada,” ujar James sebelum pertandingan melawan Golden State Warriors, Selasa (17/1).

Secara tidak langsung LeBron James juga mengkritik Presiden Amerika, Donald Trump. “Orang yang berwenang, sudah membiarkan rasisme dan hal hal negatif kesempatan serta berbicara terang-terangan,” tambah James.

Ini bukan pertama kalinya James mengkritik orang nomor 1 di Amerika tersebut. Agustus 2017 lalu, James menyebut Trump dengan “So-Called President of United States” setelah komentar Presiden Amerika itu tentang pecahnya protes di Charlottesville. Tapi LeBron bukan satu-satunya di NBA yang berani mengkritik Presiden mereka sendiri. Hal serupa juga dilakukan pelatih San Antonio Spurs, Gregg Popovich.

Tidak sekedar memberi penghormatan dengan menggunakan sepatu khusus, pemain Cleveland Cavaliers ini juga berupaya meneruskan perjuangan Martin Luther lewat pesan-pesan media sosial.

Beberapa pekan lalu, James juga cukup vokal saat menyerukan keberatannya terhadap iklan produk H&M yang dinilai syarat rasisme.

Tahun 2016 James bersama rekan-rekannya seperti Dwayne Wade dan Chris Paul serta Carmelo Anthony angkat bicara di podium acara ESPYs, dimana mereka menyuarakan pesan kepedulian anti rasisme.

A post shared by LeBron James (@kingjames) on Jan 15, 2018 at 8:47am PST

“Semoga saja saya membuat dia (Martin Luther King Jr) bangga,” tulis James dalam akun instagramnya.

Comments