Smith akui jadi pebalap pabrikan lebih banyak tuntutan

Pebalap Bradley Smith mengakui bahwa melangkah dari tim satelit ke pabrik KTM MotoGP pada 2017 jauh lebih sulit dari yang pernah ia antisipasi.

Setelah empat tahun bersama tim Tech 3 Yamaha, Smith pindah tim debutan pabrik KTM pada kelas utama musim ini.

Pebalap Inggris itu berusaha ekstra keras sepanjang tahun dibandingkan rekan setimnya, Pol Espargaro, dengan posisinya di tim yang mendapat ancaman meski mendapat kontrak dua tahun dengan marque Austria.

Pada musim lalu, Smith hanya menempati peringkat ke-21 dengan raihan 29 poin.

Adapun Pol Espargaro finis di peringkat ke-15 dengan raihan 55 poin.

Smith akhirnya bertahan pada tahun 2018.

Pebalap KTM itu mengakui bahwa “ketegangan” tambahan untuk produsen yang sedang berkembang dibandingkan dengan tim satelit membawa dampak pada dirinya.

“Untuk pertama kalinya saya berpikir bahwa saya benar-benar menantikan liburan, Anda merasa sudah membutuhkannya,” kata Smith.

“Apakah itu tes ekstra yang kami lakukan, tekanan ekstra menjadi tim pengembang, atau setidaknya dalam proses membangun sebagai produsen,” ujarnya.

“Tentu, ini jauh lebih menuntut mental, secara fisik daripada yang saya bayangkan,” kata Smith.

Akan tetapi, Smith mengakui tetap menikmati pengalaman tersebut.

“Menyenangkan, saya akan bilang mungkin ya, pasti sangat menyenangkan. Saya telah belajar banyak sekali, saya menikmati prosesnya secara fenomenal,” kata dia.

“Ini tentu saja merupakan pembuka mata dalam banyak hal, tetapi Anda mulai mengerti saat berada di sepeda satelit Anda memiliki banyak hal, jauh lebih mudah daripada yang Anda sadari,” ucapnya.

Comments